AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK AKAN DITERAPKAN : Pekerja saat beraktifitas di TPA Cipayung, Kecamatan Cipayung. Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kota Depok akan melakukan rekapitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung dalam waktu dekat ini.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKAN DITERAPKAN : Pekerja saat beraktifitas di TPA Cipayung, Kecamatan Cipayung. Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kota Depok akan melakukan rekapitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung dalam waktu dekat ini.

DEPOK – Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kota Depok, bakal akan merekapitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung dalam waktu dekat. Ini dilakukan agar TPA menjadi kawasan zero waste yang direncanakan pada 2019.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) TPA Cipayung, Ardan mengatakan, pelaksaan rekapitalisasi TPA Cipayung merupakan program jangka pendek. Program jangka pendek DKLH Depok untuk TPA Cipayung sudah dikoordinasikan.

Ada dua program untuk melakukan rekapitalisasi, antara lain memindahkan sampah ke tempat lahan baru atau dengan sistem moderen cangih yakni Landfil Mining. Dan Pembuangan sampah ke TPA Regional Lulut–Nambo.

Landfil Mining ini merupakan teknologi cangih yang mengunakan mesin. “Masih tahapan kajian dan baru DED. Direncanakan pada 2020 hingga 2021 akan dikerjakan,” kata Arga, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Penggunaan Landfil Mining untuk berbagai sampah seperti plastik, logam, dan lain-lain. Lebih lanjut kata dia, pembahasan rencana ini masih dalam pembahasan dan akan berkoordinasi dengan Kementreian Pekerjaan Umum. “Untuk anggaran kita akan meminta bantuan dan berkoordinasi dengan pihak Kementerian PU,” kata Ardan.

Menurut dia, sampah di TPA Cipayung sudah mengkhawatirkan dengan ketinggian sampah mencapai 26 meter.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengungkapkan, idealnya, tumpukan sampah di sana tingginya tidak bisa melebihi 30 meter. Sebab, dari tiga zona, seluruhnya tinggi tumpukan sampah sudah lebih dari 30 meter. Sampah terpaksa ditumpuk di area selain di penampungan, seperti jalan di dalam TPA. Apalagi, seharinya 750-800 ton sampah dari Kota Depok dibuang ke TPA.

Melihat mirisnya keadaan tersebut, kemungkinan 2019 TPA Cipayung akan ditutup. “Memang kapasitas di TPA Cipayung sudah over kapasitas,” kata Pradi kepada Harian Radar Depok, belum lama ini.

Dia mengatakan, namun keputusan itu masih menunggu siap atau tidaknya tempat pengelolaan sampah dari tiga kota : Kota Depok, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor yang terletak di TPA Nambo, Citeureup, Kabupaten Bogor.

“Sementara kita masih membuang sampah di Cipayung, sambil menunggu keputusan TPA Nambo selesai,” terang Pradi.

Setelah selesai, Pemkot Depok tidak lagi akan membuang sampah di TPA Cipayung, dan mengalihkan semua sampah menuju Kabupaten Bogor. “Kita masih memikirkan paska penutupan TPA Cipayung, karena kami masih mengejar kesiapan TPA Nambo,” tandas Pradi.(irw)