SANI/RADAR DEPOK PROGRAM: Rektor UI, Prof Muhammad Anis (berdiri kanan) menyampaikan sambutan dalam kegiatan KKN yang diadakan di SMAN 2 Depok, Selasa (7/8).
SANI/RADAR DEPOK
PROGRAM: Rektor UI, Prof Muhammad Anis (berdiri kanan) menyampaikan sambutan dalam kegiatan KKN yang diadakan di SMAN 2 Depok, Selasa (7/8).

DEPOK – Universitas Indonesia (UI) menggelar KKN di SMAN 2 Depok. Tetapi, KKN yang dimaksud bukan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, tetapi maksud dari KKN tersebut adalah kepanjangan dari Kuliah Kerja Nyata. Dimana, dalam kegiatan KKN tersebut, mengambil tema tentang ‘KKN Aksi Kebangsaan’.

Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan UI, Prof Dody Prayogo mengatakan, kegiatan KKN ini adalah ide agar siswa bisa lebih bermanfaat lagi untuk masyarakat dalam berbagai hal. Jadi, bisa memberikan penjelasan tentang keberagaman dan nilai-nilai kebangsaan.

“Apalagi di zaman sekarang ini, dengan perkembangan informasi yang tidak ada batasnya, tentu dikhawatirkan bisa memudarkan rasa cinta terhadap Indonesia. Oleh karena itu, UI ingin berperan dalam meningkatkan nilai kebangsaan,” ucapnya.

Dody menjelaskan, dengan keterbukaan informasi yang tidak ada batasnya, tentu bisa muncul ancaman tentang radikalisme, konflik dan permasalahan lainnya yang bisa memecah bangsa. Oleh karena itu, perlu ada pembinaan dari awal.

“KKN Aksi Kebangsaan ini, bukan tentang simbolis, tetapi harus bisa terus membangun nilai-nilai kebangsaan yang lebih kuat lagi,” terangnya.

Sementara itu, Rektor UI, Prof Muhammad Anis menuturkan, siswa sebagai generasi penerus bangsa, harus ditanamkan tentang nilai-nilai yang bisa meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air. Dengan adanya kegiatan KKN, tentunya diharapkan siswa-siswa harus siap untuk menjadi anak Indonesia yang mau mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Semua orang harus memiliki tujuan hidup, dan jika tidak memilikinya maka itu menjadi musibah. Selain itu, juga harus bisa menyeimbangkan waktu, kapan harus belajar dan kapan harus bermain, dan yang satu lagi harus mau meningkatkan kemampuan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala SMAN 2 Depok, Muhammad Rahmat menjelaskan, ini adalah sebuah kebanggaan, dimana SMAN 2 Depok menjadi titik lokasi dari KKN yang diadakan UI. Penanaman nilai-nilai kebangsaan yang berdampak pada rasa nasionalisme, harus terus digaungkan dimana dan kapanpun.

“Sekolah adalah tempat yang tepat, karena sekolah berkaitan erat dengan dunia pendidikan dalam segi apapun, selama itu memang bisa mengembangkan diri untuk menjadi lebih baik lagi,” tuturnya. (san)