DICKY/RADARDEPOK PERIKSA : Petugas DKP3 Kota Depok, saat memeriksa ayam Kalkun yang mati di Perumahan, Bukit Rivaria, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
PERIKSA : Petugas DKP3 Kota Depok, saat memeriksa ayam Kalkun yang mati di Perumahan, Bukit Rivaria, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, kemarin.

DEPOK – Penghuni perumahan Bukit Rivaria, Kelurahan Bedahan, Sawangan mendadak geger kemarin. Gara-garanya, di rumah blok A2 terdapat 12 ayam kalkun mati secara mendadak. Warga khawatir kematian hewan peliharaan tersebut akibat virus influenza A tipe H5N1.

Saat Radar Depok kelokasi rumah dalam keadaan sepi, sang pemilik rumah tidak ada. Namun, salah satu tetangganya, Sumarno mengaku kepada Harian Radar Depok, memang sudah ada petugas ke rumah tersebut. Warga sempat khawatir karena ayam kalkun tiba-tiba mati mendadak semua. “Mati misterius akibat H5N1,” singkat pria itu.

Terpisah, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Depok, Dede Zuraida mengaku, DKP3 sudah mendapatkan laporan dan telah melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap hewan yang mati dan hidup. Sembilan ekor ayam kalkun yang mati sudah terjadi sejak Sabtu (1/9).

“Hingga kemarin, Dari 17 populasi hanya tersisa lima ekor yang masih hidup,” ujar Dede kepada Radar Depok, kemarin.

Dede menjelaskan, hewan tersebut merupakan hewan kesayangan milik Irma yang dipelihara dan bukan peternakan. Pihaknya telah melakukan nekropsi. Untuk sementara unggas yang mati didiagnosa terkena Newcastle Disease (ND) atau Avian Influenza (AI), dan Diferential diagnosanya adalah Black Head, hingga ada hasil uji laboratorium.

Untuk mengetahui lebih dalam, lanjut Dede unggas yang mati akan dilakukan pemeriksaan laboratorium. Untuk hasilnya diperkirakan selama dua minggu. Apabila positif AI, DKP3 akan melakukan pemusnahan seluruh populasi yang berada dirumah tersebut, dan sudah sesuai persetujuan pemilih hewan.

“Apabila masyarakat memiliki hewan unggas dan mengalami sakit, segera melakukan pemeriksaan kesehatan hewan,” terangnya.

Dede menuturkan, apabila unggas terlihat sakit, masyarakat dapat segera memindahkan unggas tersebut dari unggas yang sehat, bersihkan peralatan yang dipakai dengan disinfektan. Tidak hanya itu, apabila hewan unggas mengalami kematian, jangan membuang unggas yang mati secara sembarangan. Musnahkan bangkai unggas dengan cara dibakar dan dikuburkan dengan kedalaman setinggi lutut, cuci tangan dengan sabun setelah kontrak dengan unggas, membersihkan alas kaki sebelum dan sejumlah peralatan sebelum memasuki dan meninggalkan kadang unggas. “Kami meminta kepada masyarakat apabila ada unggas yang mati mendadak segera laporkan ke DKP3 Kota Depok,” tutup Dede. (dic)