DICKY/RADARDEPOK BERBURU: Anggota Jumantik RW6, saat melakukan pemantauan jentik di lingkungan RW6, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
BERBURU: Anggota Jumantik RW6, saat melakukan pemantauan jentik di lingkungan RW6, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

Penyakit Demam Berdarah (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk terus diminimalisir kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) RW6, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari. Untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk, Kader Jumantik RW6 kerap melaksanakan perburuan perkembangbiakan dan bibit nyamuk dilingkungannya.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Sejumlah tempat penampungan air hingga saluran lingkungan RW6, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, tidak luput dari pandangan dan aksi kader Jumantik RW6. Aksi tersebut untuk mencegah masyarakat terjangkit penyakit dari gigitan nyamuk.

Usai melakukan perburuan jentik, Ketua Jumantik RW6, Nina Diana mengatakan, perburuan jentik rutin dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk khususnya Aides Aegepty. Menurutnya, apabila terkena penyakit gigitan nyamuk tersebut dapat menyebabkan penyakit demam berdarah maupun chikungunya.

“Kami melakukan dari pintu ke pintu rumah masyarakat,” ujar Nina.

Nina mengungkapkan, perburuan jentik mulai dilakukan dari sejumlah tempat yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti bak mandi, dispenser, belakang kulkas, hingga saluran air. Selain itu, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak menyimpan barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk.

Hal yang sama juga dilontarkan kader Jumantik RW6, Mumun. Dia menuturkan, apabila ditemukan jentik nyamuk, masyarakat dapat segera menguras atau membuang air. Air yang ditampung masyarakat diharapkan diberikan penutup untuk mencegah tempat tersebut dijadikan perkembangbiakan nyamuk.

“Jangan sampai masyarakat RW6 terkena penyakit akibat gigitan nyamuk,” tutup Mumun (*)