DICKY/RADARDEPOK MATILAGI : Petugas DKP3 Kota Depok, melakukan pengambilan sampel terhadap ayam kalkun di Perumahan Bukit Rivaria, Kelurahan Bedahan, Sawangan, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
MATILAGI : Petugas DKP3 Kota Depok, melakukan pengambilan sampel terhadap ayam kalkun di Perumahan Bukit Rivaria, Kelurahan Bedahan, Sawangan, kemarin.

DEPOK – Ayam kalkun peliharaan milik Irma warga Perumahan Bukit Rivaria, Kelurahan Bedahan, Sawangan, kembali mati. Kemarin, dua ekor ayam kalkun mati, artinya sudah 15 kalkun mati. Hingga kini belum diketahui penyebab kematian hewan unggas tersebut.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Depok, Dede Zuraida mengatakan, kematian ayam kalkun kembali bertambah. Kemarin, dua ekor ayam kalkun peliharaan Irma mengalami kematian. DKP3 Kota Depok telah menurunkan petugas untuk dilakukan penanganan.

“Sudah diberikan desinfeksi untuk kandang unggas ayam kalkun yang mati,” ujar Dede kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Perempuan berhijab tersebut mengungkapkan, ayam kalkun yang mati sudah diambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium kembali. Sementara diduga kematian unggas tersebut unggas yang mati didiagnosa terkena Newcastle Disease (ND) atau Avian Influenza (AI), dan Diferential diagnosanya adalah Black Head, hingga menunggu hasil laboratorium.

Tercatat, lanjut Dede sudah ada 15 ekor ayam kalkun yang mengalami kematian. Apabila hasilnya positif AI akan dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar berikut dengan kandangnya. Sementara unggas yang mati sudah dibakar dan dikubur dengan ditambahi kapur. “Apabila positif unggas lainnya seperti ayam kate akan dipisahkan,” tutup Dede. (dic)