PEBRI/RADAR DEPOK KEMBALI KE TANAH AIR: Boby Andrean (tengah) bersama dengan Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin dan gurunya.
PEBRI/RADAR DEPOK
KEMBALI KE TANAH AIR: Boby Andrean (tengah) bersama dengan Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin dan gurunya.

Menghabiskan tiga tahun tinggal dan bekerja di Jepang, membawa cerita yang menarik untuk Boby Andrean. Alumni SMKN 2 Depok tahun 2015 yang berhasil berangkat dari Program Magang Kerja yang merupakan kerjsama SMK-nya dengan PT. JIEC, tidak hanya sekedar bekerja saja, tetapi dirinya merasakan bagaimana suasana kehidupan di Negera Matahari Terbit (Sebutan Jepang) dengan segala macamnya.

LAPORAN : PEBRI MULYA

Waktu menunjukan pukul 07:30 WIB, ratusan siswa SMKN 2 Depok berseragam putih abu-abu lengkap dengan topinya, berbaris di lapangan sekolahnya. Guru-guru berbanjar di hadapan siswa. Tetapi, dari deretan guru-guru berseragam krem khas seorang ASN/PNS, terselip seorang laki-laki yang mengenakan kemeja biru, dasi dan celana panjang yang sama-sama hitam.

Usai upacara, laku-laki yang bernama Boby Andrean dipersilakan untuk menaiki panggung kecil dihadapan siswa, yang sekarang sudah dipersilakan untuk duduk di lapangan sekolah.

Sambil memegang mik, Boby mencoba menceritakan pengalamannya menghabisakan waktu tiga tahun berada di negara Jepang untuk magang kerja. Boby adalah salah satu alumni dari SMKN 2 Depok yang berhasil lolos untuk Program Magang Kerja yang diadakan sekolahnya bekerjasama dengan PT. JIEC.

Boby bercerita, dirinya berangkat ke Jepang pada September 2015, yakni setelah dirinya beberapa bulan lulus SMK, dan kembali ke Indonesia akhir Agustus 2018. Dirinya mengaku tidak pernah terbayang bisa bepergian ke luar negeri, apalagi ke luar negerinya untuk kerja dan bisa menghasilkan uang. Dirinya pun sangat bersemangat, karena juga mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya.

“Saya disana bekerja di perusahaan Panasonic Homes sebagai operator mesin. Perusahaannya itu di Prefektur Ibaraki, Kota Tsukuba,” ucapnya di sambut dengan tepuk tangan dari siswa-siswa.

Untuk proses magang kerja, Boby mengaku tidak mengalami kesulitan yang berat. Karena, dirinya sudah mendapatkan perbekalan dari ilmu pengetahuan yang didapat selama mengenyam pendidikan di SMKN 2 Depok, dan selama pelatihan yang diadakan oleh PT. JIEC. Dimana, di dunia kerja di Jepang, disiplin adalah kunci utama keberhasilannya.

“Orang Jepang terkenal dengan kedisiplin, profesionalitas kerja, dan etos kerjanya. Belum lagi masalah menjaga kualitas, pasti sangat hebat sih disana (Jepang, red). Semua itu bisa berdampak baik juga, jika diterapkan di sistem kerja di Indonesia,” jelasnya.

Tetapi, ada satu hal yang menjadi cobaan dirinya selama tiga tahun tinggal di Jepang, yakni kondisi cuacanya. Dimana, kondisi musim di Indonesia sangat berbeda jauh dengan Jepang. Dimana, Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni musim hujan dan musim panas. Sedangkan di Jepang ada empat musim, diantaranya musim dingin, panas, semi, dan gugur.

“Musim semi dan musim gugur sangat indah di Jepang. Apalagi, saat musim semi, dimana bisa melihat bunga dari Pohon Sakura yang sangat indah, sedangkan di musim gugur banyak bunga tulip yang berwarna warni,” jelasnya.

Tetapi, berbanding terbalik saat harus menghadapi musim panas dan musim dingin. Dikala musim dingin datang, suhunya bisa mencapai minus 4 derajat celcius lebih. Oleh karena itu, dirinya tidak terbiasa dengan suhu tersebut, dan membuat kulit wajah, jari tangan, dan kaki bisa kering, bahkan bibir yang kering bisa sampai berdarah.

“Sedangkan untuk musim panas, hawanya lebih panas ketimbang di Indonesia, karena kelembaban udaranya sangat tinggi. Kalau musim panas di Indonesia, anginnya masih adem, tetapi musim panas di Jepang, anginnya juga ikutan panas, jadi sangat gerah,” terangnya.

Usai dari seluruh kegiatan rangkaian upacara tersebut, Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin menjelaskan, pihaknya memang sengaja mengundang Boby yang dulunya mengamil jursan Audio Video di SMKN 2 Depok untuk berbicara di hadapan siswa-siswa. Itu untuk memberikan motivasi kepada siswa, dimana jika berusaha dengan sungguh-sungguh bisa meraih yang terbaik kedepannya.

“Boby bisa berbagi ceritanya ke siswa, dan memberikan semangat baru untuk siswa SMKN 2, agar mereka mau berusaha dan terus menimba ilmu pengetahuan. Karena, semua hal yang ingin dicapai, tentunya harus diikuti dengan terus berusaha dan berdoa,” katanya kepada Radar Depok. (*)