RICKY/RADAR DEPOK KENANG-KENANGAN: Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Imam Budi Hartono (kanan) menerima buku dari Mendagri, Tjahjo Kumolo saat meninjau proyek pembangunan Tol Cisumdawu di Jawa Barat.
yamaha-nmax
RICKY/RADAR DEPOK
KENANG-KENANGAN: Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Imam Budi Hartono (kanan) menerima buku dari Mendagri, Tjahjo Kumolo saat meninjau proyek pembangunan Tol Cisumdawu di Jawa Barat.

DEPOK – Departemen Dalam Negeri (Depdagri) siap memberikan lahan milik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk pembangunan Tol Cileunyi- Sumedang- Dawuan (Cisumdawu) yang menghubungkan Kota Bandung dengan kabupaten sekitarnya, guna mengakses Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

“Depdagri sudah siap melepas lahan lahan IPDN untuk Tol Cisumdawu,” tutur Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Imam Budi Hartono saat dihubungi Radar Depok, Rabu (5/9).

Hal ini, Anggota Dewan dari Fraksi PKS DPRD Jabar Dapil Kota Depok-Kota Bekasi ini menjelaskan, untuk menindaklanjuti rapat koordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Cisumdawu, Komisi IV akan Rakor dengan Depdagri dan BPJT Pusat.

“Kata Mendagri (Tjahjo Kumolo, red) surat pelepasan aset sudah diserahkan ke Kementrian Keuangan yang akan diserahkan ke Kementrian PUPR dalam hal ini BPJT,” papar  Imam -Sapaannya-.

Baca Juga  Program TMMD Capai 60 Persen di Depok

Imam menambahkan, untuk tanah terbuka tidak ada ganti rugi, hanya pengalihan aset saja dari Kemendagri ke Kementrian PUPR. Namun, ada beberapa fasilitas IPDN yang harus dibangun kembali karena terkena jalan tol tersebut, yaitu Gedung Laundry.

“BPJT akan membangun baru yang serupa dengan yang ada sekarang, baik gedung, air, listrik,” imbuhnya.

Imam menjelaskan, hal lain yang menjadi krusial dalam melaksanakan Tol Cisumdawu ini adalah Inter Change di wilayah Cileunyi, dimana akan berdampak besar terhadap lalu lintas sekitar pintu tol Cileunyi.

“Semoga Tol Cisumdawu dapat segera beroperasi, sehingga Bandara Kerta Jati bisa berkembang lebih cepat,” harap bang Imam.

Sebelumnya, sudah hampir dua tahun pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Cisamdawu seksi  1 sepanjang 11,5 kilometer jalan di tempat, lantaran terhambat oleh IPDN yang belum juga mengizinkan lahannya digunakan untuk tol tersebut.

Baca Juga  Tawarkan Paket Ijab dan Qobul, Hemat hingga Rp300 Ribuan

“Luasnya sekitar 20 hektar yang akan digunakan jalan sepanjang 6 KM. Karenannya, saya memohon Depdagri  untuk membantu kebuntuan ini,” kata Imam Budi Hartono. (cky)