RICKY/RADAR DEPOK TARI TRADISIONAL: Anak asuh Sanggar Seni Ayodya Pala menampilkan Tari Renggong Manis usai Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-19 DPRD Kota Depok, di ruang rapat Gedung DPRD Kota Depok, Kecamatan Cilodong, Senin (3/9).
RICKY/RADAR DEPOK
TARI TRADISIONAL: Anak asuh Sanggar Seni Ayodya Pala menampilkan Tari Renggong Manis usai Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-19 DPRD Kota Depok, di ruang rapat Gedung DPRD Kota Depok, Kecamatan Cilodong, Senin (3/9).

DEPOK – Hingga saat ini, Kota Depok belum juga memiliki gedung kesenian yang dapat menjadi tempat para seniman dan budayawan berkumpul dan menuangkan ide. Untuk itu, dalam HUT ke-19 DPRD Kota Depok, Sanggar Seni Ayodya Pala menginginkan agar hal tersebut terwujud.

Seperti yang disampaikan, Kepala Divisi Promosi dan Pemasaran Sanggar Seni Ayodya Pala, Baas Cihno Sueko, saat ini, di Kota Depok belum memiliki gedung kesenian. Sebenarnya, pihaknya pada 8 September, akan tampil dengan 400 penari, tapi karena Depok tidak ada tempat tidak jadi.

“Akhirnya dialihkan ke Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki,” kata Baas saat diwawancara Radar Depok di sela-sela kegiatan HUT ke-19 DPRD Kota Depok di Gedung DPRD Kota Depok, Kecamatan Cilodong, Senin (3/9).

Menurut Baas, jika DPRD berbalut seni dan budaya akan lebih indah, jadi tidak ada sekat-sekat di seni. Ia berharap di HUT ke-19 DPRD Kota Depok agar seni dan budaya di Kota Sejuta Maulid ini dapat lebih berkembang dengan pesat.

“Seni dan budaya di Depok bisa untuk berkembang, sumber daya manusianya banyak, tinggal bagaimana pemerintah mendukung saja untuk sarana-sarana, seperti gedung kesenian dan lainnya,” papar Baas.

Ia menambahkan, dalam kegiatan HUT ke-19 DPRD Kota Depok di Gedung DPRD Kota Depok, Kecamatan Cilodong, Senin (3/9), anak asuhnya menampilkan Tari Renggong Manis, dari Betawi. Tarian tersebut bercerita mengenai permainan gadis-gadis dari Betawi untuk menyambut tamu.

“Penarinya enam orang. anak-anak pemula semua, Alhamdulillah kami sering tampil, terakhir di Asian Games 2018 kemarin, tampil 20 tarian untuk acara Dinner cerimonial Culture. Di DPRD Kota Depok baru kali ini tampil, sedangkan di Pemkot Depok sendiri sudah sering tampil,” ucap Baas.

Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji meminta kepada Pemkot Depok untuk segera membuatkan gedung kesenian. Menurut Politisi Gerindra ini, potensi seniman di Kota Depok sangatlah besar.

Namun kurang mendapat wadah, oleh karena itu dengan keberadaan gedung kesenian, para seniman mampu memenuhi hasratnya untuk menciptakan inovasi. “Jadi kalau ada acara tidak perlu lagi ke Jakarta. Cukup di Depok saja,” kata Nuroji.

Dengan adanya gedung kesenian, lanjut Nuroji yang juga Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Depok ini, sekaligus menjadi membantu promosi seniman Depok, yang muaranya dapat mengangkat nama Kota Depok di mata nasional ataupun internasional.

“Pasalnya di Depok banyak bermukim seniman-seniman besar. Banyak pula seniman pendatang yang tinggal di Depok. Intinya mereka kini warga Depok ” ucap Nuroji. (cky)