AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK PEMBANGUNAN TOD PONDOK CINA : Suasana pembangunan proyek TOD Pondok Cina, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji yang sampai ini masih dikebut penyelesaiannya, Selasa (25/9).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PEMBANGUNAN TOD PONDOK CINA : Suasana pembangunan proyek TOD Pondok Cina, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji yang sampai ini masih dikebut penyelesaiannya, Selasa (25/9).

DEPOK – Pemkot Depok selaku pemegang hak otonom daerah diminta hati-hati dalam memberikan izin. Kemarin, dengan adanya pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di Kelurahan Pondok Cina (Pocin), Beji. Wakil rakyat mewant-wanti pembangunan tetap diawasi jangan sampai ada lingkungan yang dirugikan.

Anggota Komisi C DPRD Depok, Selamet Riyadi menegaskan, Pemerintah Kota Depok harus hati-hati mengeluarkan izin IMB dan lainnya. Hati- hati dalam hal ini berdampak ke warga sekitar, atau dampak dari bangunan TOD Poncin tersebut.

“Saya minta pemkot hati-hati mengeluarkan izin. Jangan sampai warga menjadi korban demi bangunan itu, dan tetap diawasi,” kata Selamet.

Selamet juga meminta pemkot untuk turun tangan, jika bangunan itu ada masalah. “Dan harus di cari solusinya untuk menghadapi masalah itu,” tegas Selamet.

Terpisah, Humas PT Pembangunan Perumahan (PP), Siswanto membantah proyek yang sedang dikerjakannya menyebabkan banir lingkungan, karena lebih rendah dari pemukiman warga. “Lahan kami lebih rendah 1,5 meter dari pemukiman warga, jadi seharusnya proyek kami yang kebanjiran,” kata Sis –sapaan akrab Siswanto-.

Anehnya, meski berada lebih rendah 1,5 meter tapi proyek tidak kebanjiran, sementara sebelumnya, rumah Nurimah, yang bersebelahan langsung Minggu (23/) kemarin kebanjiran sampai lutut pria dewasa walau hujan hanya 30 menit.

Sis, menceritakan aliran air yang membanjiri rumah warga berasal dari kali yang berada di Jalan Stasiun Pondok Cina. Karena aliran air dipenuhi sampah, sehingga meluap dan mengalir kearah stasiun yang tanahnya lebih rendah.

Namun, karena ada pembangunan TOD di Pondok Cina, sehingga aliran air menggenang di pemukiman warga. “Itu kan dari kali depan, banyak sampah, jadi air meluap, kami tidak menutup aliran air, karena memang tidak ada aliran air di lingkungan proyek,” kilah Sis.

Terkait kekhawatiran warga yang rumahnya bergetar saat ada pembangunan, Sis juga mengkalim pembangunan di proyeknya minim getaran. Menurutnya proyek yang dilakukan bukan menggunakan tiang pancang, namun menggunakan system pengecoran bore pile.

     Kami tidak menggunakan tiang pancang, jadi sebelumnya kami bor, masukan besi, baru di cor, jadi minim getaran, kata Sis saat dihubungi Radar Depok.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Depok, Yulistiani Muchtar mengatakan, TOD di Poncin sudah memiliki IMB berdasarkan keterangan di bagian perizinan satu pintu. Meski sudah memiliki IMB, saat ditanya terkait pertanggal dan bulannya Yulis engan memberikan keterangan. “Sudah ada IMB,” ucap Yulistiani, kepada Radar Depok, kemarin.(rub/irw)