IRWAN/RADAR DEPOK AKSI : Ratusan pekerja dari SP KEP SPSI Kota Depok mengelar aksi demo di depan PT Triple Ace Corporation (TAC) di Jalan Raya Bogor KM 34,5, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis. Menuntut membayar konpensasi PHK yang dilakukan manajemen.
yamaha-nmax
IRWAN/RADAR DEPOK
AKSI : Ratusan pekerja dari SP KEP SPSI Kota Depok mengelar aksi demo di depan PT Triple Ace Corporation (TAC) di Jalan Raya Bogor KM 34,5, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis. Menuntut membayar konpensasi PHK yang dilakukan manajemen.

DEPOK – Pabrik yang ada di Depok mulai menyimpang. Kemarin, ratusan buruh Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (SP KEP SPSI) Kota Depok kembali ontrog PT Triple Ace Corporation (TAC). Aksi yang kedua kalinya itu kembali menuntut membayar konpensasi PHK yang dilakukan manajemen pabrik, di Jalan Raya Bogor KM 34,5, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis.

“Kami minta manajemen membayar konpensasi PHK karyawan yang dilakukan beberapa bulan lalu, dan berdialog kaitan empat tuntutan lainnya,” kata Praktikno, perwakilan buruh yang mengelar aksi demo, kepada Harian Radar Depok, Kamis (6/9).

Aksi demo selain mengelar orasi, juga konvoi kendaraan bermotor disejumlah jalan lingkungan dan utama di kawasan Kecamatan Cimanggis. Kegiatan ini untuk ke dua kalinya setelah 3 September 2018 lalu juga mengelar aksi di perusahaan tersebut.

Baca Juga  Eceng Gondok Tutup Situ Pangarengan

Ada lima poin yang diperjuangkan buruh dalam demo sekarang ini. Pertama meminta manajemen PT. Triple Ace Corporation membayarkan uang kompensasi PHK para pekerjanya, sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Kedua, meminta manajemen mempekerjakan kembali Ketua PUK SP KEP SPSI PT Triple Ace atau ketua serikat pekerja PT Triple Ace Corporation , yang diberhentikan manajemen.

Ketiga, menuntut perusahaan membayar seluruh hak dana kompensasi pensiun para pekerja PT Triple Ace Corporation, yang sudah jatuh tempo secara keseluruhan sesuai pasal 167 dan 156 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Untuk ke empat, yaitu mendesak manajemen mempidanakan para pimpinan perusahaan yang melanggar ketentuan pasal 184 UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Karena tidak membayar kompensasi pensiun sebagaimana pasal 167 UU tersebut. Terakhir, yang kelima meminta manajemen memproses dan mempidanakan setiap pelaku yang anti terhadap serikat pekerja/serikat buruh, dan pengusaha lain yang melakukan pelanggaran pidana ketenagakerjaan.

Baca Juga  Mengenal Jamyatul Qurra’wal Huffazh Nahdatul Ulama (JQHNU) Depok (3) Semaan Program Bulanan Dilaksanakan Tiap Tanggal 22.

Aksi berjalan lancar dan aman walaupun sempat membuat antrean panjang kendaraan di ruas Jalan Raya Bogor hingga pertigaan Jalan Juanda.

Saat dikonfirmasi pihak perusahaan belum bisa memberikan keterangan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Depok, Diah Sadiah mengaku, sudah mengetahui dan melakukan pembinaan dan fasilitas Biparti. Antara manajemen PT. TAC dan pegawainya.

“Belum mencapai sepakat, kami melakukan tugas sesuai kewenangan yaitu melakukan mediasi berdasarkan permintaan pihak yang meminta mediasi,” kata Diah.

Perselisihan ini, kata dia, berkaitan dengan PHK karyawan PT ATC. Pada mediasi pertama, pabrik siap melaksanakan mediasi sampai 30 hari kerja maksimal sesuai ketentuan. “Mudah-mudahan bisa mencapai perjanjian bersama (PB). Kalau pun tidak mencapai sepakat kita keluarkan nota anjuran, sesuai ketentuan yang harus dijawab dan ditindaklanjuti,” kata dia.

Baca Juga  Depok Hadapi Tuan Rumah di Perempat Final

Jika ada pihak yang keberatan dengan nota anjuran bisa dilanjut ke pengadilan hubungan industrial di Bandung. ”Itu yang dapat dilakukan oleh Disnaker Kota Depok,” tutupnya.(irw)