Gerak Bareng Community Si Penghapus Tato, Wajib Hafal Surat Ar-Rahman, Butuh 20 Kali Penembakan Laser

In Utama
SANI/RADAR DEPOK
DITEMBAK : Salah satu jamaah sedang menjalani proses hapus tato yang di motori oleh Komunitas Gerak Bareng Community di Masjid Nurussalam, Kelurahan/Kecamatan Beji, Minggu (23/9).

Bukan perkara mudah mengubah hal buruk di masa lalu menjadi baik. Butuh proses panjang. Apalagi, jika ingin menghapus seni lukis di tubuh, atau yang biasa dikenal tato. Komunitas bernama Gerak Bareng Community solusinya. Tapi, siapapun yang ingin menghapus tato ada beberapa syarat.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI, Depok

Minggu, 23 September 2018 pukul 11:00 WIB, di luar Masjid Nurussalam Kelurahan/Kecamatan Beji, Kota Depok sepi dan sunyi. Saat disusuri kebelakang masjid, ditemui tujuh pria sedang ngobrol di dalam masjid bersama. Sekilas dari postur badan dan cara berpakaian, tidak terlihat seperti anak punk atau anak-anak bengal.

Ada juga tiga orang perempuan berkerudung, dan memakai cadar sedang duduk di halaman masjid. Saat diperhatikan, rupanya mereka sedang menunggu giliran untuk menemui ustadz yang sudah menunggu di dalam masjid. Ya, mereka akan menyetor hafalan salah satu surat di Al Quran, yakni Ar-Rahman. Surat itu menjadi salah satu syarat Gerakan Bareng Community melalui divisi Berani Hijrah Baik (BHB), menghapus tato.

Tak dipungkiri, stigma negatif yang kerap diterima, membuat sebagian orang pemakai tato merasa minder. Padahal, nyatanya mereka sedang menjalani proses bertaubat dan berhijrah.

Komunitas yang berdomisili di Pulogadung, Jakarta Timur ini  melanglang buana ke tiga pulau di Indonesia : Jawa, Bali, dan Kalimantan. Khusus di Kota Depok, bekerjasama dengan DKM Masjid Nurussalam, Beji, Depok untuk memfasilitasi pemakai tato yang ingin berhijrah.

“Di Depok ini sudah masuk jilid ketiga, dari jilid pertama yang dilaksanakan April 2018 lalu. Rutin setiap bulan kami mengadakan kegiatan ini disini, dan terbuka untuk umum gratis,” kata Koordinator Berani Hijrah Baik, Wankie.

Awalnya, BHB menjalankan kegiatan ini khusus untuk anggota komunitasnya. Hampir seluruh anggota anak punk yang mulai melepaskan masa-masa kelamnya. Mereka dinamakan Punk Muslim. Karena animo masyarakat yang mau berhijrah semakin banyak, akhirnya merambah sampai ke kota-kota besar Indonesia.

Dengan metode menjemput bola, selama satu tahun berjalan sejak September 2017. Di Kota Depok, 50 orang peserta sudah menjalankan proses hapus tato tersebut. Ketika Harian Radar Depok sambangi, sebanyak 11 orang masuk dalam daftar tamu peserta.

“Salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi harus hafal Surat Ar-Rahman minimal 40 ayat. Kemudian menyerahkan bukti medis terbaru dari rumah sakit. Mengingat jika bersangkutan Hepatitis, HIV, dan Diabetes tidak dibolehkan,” terang pria bertubuh gempal itu.

Menghapus tato, kata Wankie terbilang cukup mahal. Tapi, BHB bersama komunitasnya hanya ingin para peserta membayar dengan hafalan surat Ar Rahman. Itu dianggap sebagai bukti kesungguhan seseorang untuk berani berhijrah.

Tidak harus langsung 40 ayat, setoran pun bisa dicicil layaknya kredit kendaraan. Boleh 5 ayat, 10 ayat, bahkan langsung 40 ayat pun diterima. Peraturan itu dibuat karena melihat menghapus tato itu memerlukan waktu yang sangat panjang, minimal 10 hingga 20 kali penembakan laser. Namun, semua tergantung bagaimana kondisi tinta tato yang menempel di tubuh.

“Kalau mereka sungguh-sungguh ingin hapus tato dan hijrah, kuncinya adalah niat dan sabar. Selain hafalan surat Ar Rahman nanti ada lanjutan surat berikutnya sampai tatonya benar-benar bersih,” jelas Wankie.

Saat memasuki ruangan yang tidak terlalu besar, terdapat di dalamnya peralatan medis penghapus tato. Kondisi di dalam agak sedikit sumpek, maklum alatnya cukup besar. Ada lima perempuan berkerudung sedang duduk mengantre. Satu diantaranya duduk di bangku mengenakan pakaian serba hitam, cadar, dan kacamata merah sambil memegang laser tembak.

Sinar laser berkelir merah merajah pigmen salah satu jamaah (Sebutan Peserta), bernama ES. Saat meretas gumpalan tinta tato di bawah kulit ari, muka ES sedikit mengkerut. Rasa sakit yang dialaminya terbayarkan, ketika tatonya sumir memudar.  ES mencoba menenangkan diri, namun tangannya kerap meremas celana jins biru yang ia kenakan untuk melampiaskan rasa sakit. Sambil sesekali memejamkan mata saat laser mulai diarahkan ke tatonya.

Perempuan berusia 20 tahun ini mengaku, sudah tiga kali mengikuti program hapus tato. Menghapus tato awalnya sangat ia takuti, selain efeknya yang panas bak terkena knalpot kendaraan. Kejadian aneh pun juga menghantuinya, saat tato bergambar Hello Kitty di jari kelingking kanan mulai dihapus.

“Saya sangat menyukasi hello kitty makanya diabadikan gambar itu ditangan. Tetapi saat dihapus, tiba-tiba saya takut dan terus dibayang-bayangi oleh gambar itu. Akhirnya saya buang semua benda yang berbau hello kitty,” bebernya.

ES berkisah, niatnya menghapus tato sudah sejak beberapa bulan lalu. Hal itu dikarenakan, dirinya malu yang kerap susah mencari pekerjaan karena ada tato ditubuhnya. Desakkan dari orangtua untuk memiliki pekerjaan yang mumpuni pun malah menjadi beban di dirinya.

Karena niatnya sudah bulat, akhirnya dia mencoba untuk mengumpulkan uang untuk menghilangkan tato di klinik dengan nilai 50 juta rupiah. Karena keputusasaannya yang tidak bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. Akhirnya dia mendapatkan info dari temannya tentang hapus tato gratis dari BHB.

“Waktu saya lihat persyaratannya saya langsung menghafal surat Ar Rahman, malahan sampai even ketiga ini saya sudah hafal seluruh ayat surat Ar Rahman dan sedang menghafal surat Al Fath (tantangan selanjutnya),” beber perempuan berkerudung coklat tersebut.

Menjalani proses penghapusan tato membuat ES merasa lebih optimis dalam menata hidup. Berawal dari penasaran akan hal-hal berbau tato, kini dia malah menyesali perbuatannya itu. Tak hanya ingin menghapus tato-tato di sekujur tubuhnya, dia juga bercita-cita ingin menjadi wanita solehah dan penghafal Al Quran.

“Saya ingin membahagiakan orangtua dengan mendapatkan pekerjaan dan pendamping hidup yang baik seperti perempuan lainnya. Kalaupun saya harus meninggal, saya hanya ingin lahir bersih dan saat dimandikan pun (meninggal) dalam keadaan bersih juga,” tutup ES. (san)

You may also read!

Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Miftah Sunandar

Hanura Depok Mantap Dukung Pradi-Afifah

Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Miftah Sunandar.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satu lagi partai non parlemen

Read More...
walikota depok pakai masker CFD

Pisah Ranjang dengan Istri, Selamatkan Walikota Depok dari Covid-19

Walikota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Berkaitan dengan Elly Farida yang terpapar virus Korona (Covid-19),

Read More...
alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...

Mobile Sliding Menu