SANI/RADAR DEPOK BIMBINGAN : Para Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen se-Kota Depok mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum 2013 di TK Tunas Bangsa, Kemarin (7/9).
SANI/RADAR DEPOK
BIMBINGAN : Para Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen se-Kota Depok mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum 2013 di TK Tunas Bangsa, Kemarin (7/9).

DEPOK – Sebagai upaya pengembangan kompetensinya, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Kristen (PAK) mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Kurikulum 2013 (K-13) kepada guru se-Kota Depok.

Ketua MGMP Agama Kristen, Parningotan Meha mengatakan, Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mengajar kepada peserta didik. Karena bila seorang guru belum mengikuti bimtek K-13, dikhawatirkan belum memiliki kemampuan yang cukup untuk mengajar.

“Kegiatan ini adalah lanjutan dari Bimtek yang sesi pertama akhir Agustus 2018, hanya bedanya pemateri dan materi yang disampaikannya saja. Namun tujuan akhirnya sama yakni peningkatan kompetensi guru Agama Kristen,” katanya kepada Radar Depok, Kemarin (7/9).

Bimtek sesi dua digelar selama dua hari 7-8 September 2018, di aula TK Tunas Bangsa, Jalan Kenanga, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. Sebanyak 60 guru jenjang SD, SMP, dan SMA mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.

Menurut Parningotan, guru agama kristen patut diberikan pembinaan seperti guru mata pelajaran pada umumnya. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, para guru juga harus memperkaya pengamalan iman serta menyatukan persepsi guru dalam perannya sebagai tenaga pendidik.

“Selama bimtek diharapkan para guru dapat mengaplikasikan materi yang di dapat kepada peserta didik,” terangnya.

Sementara itu, dalam bimtek kali ini dihadiri Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Provinsi Jawa Barat, Suryaminda. Dirinya menjelaskan, sebagai tenaga profesional guru harus memiliki empat kompetensi, diantaranya, kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

“Saya ingin di luar kesehariannya siswa belajar di sekolah, harus dibarengi juga dengan pembentukan kelompok belajar di gereja agar ilmunya semakin mendalam. Dengan catatan materi yang disampaikan menggunakan kurikulum nasional,” bebernya.

Di lokasi yang sama, Pengawas PAK kota Depok, Ranto Tampubolon menuturkan, bimtek ini juga sebagai pembekalan bagi guru PAK dalam peningkatan profesionalisme guru.

“Diharapkan setelah Bimtek ini menjadi guru yg berkarakter, berakhlak mulia, serta religius,” tutup Ranto. (san)