Ilustrasi
Ilustrasi

DEPOK – Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Bintoro menegaskan, pihaknya telah mengambil bukti visum dari seorang bocah yang menjadi korban tindakan asusila.

Hingga saat ini belum ada alat bukti yang cukup untuk membuktikan kasus tersebut.

“Kita sudah meminta korban untuk visum, namun tidak ada tanda -tanda kekerasan pada alat vital korban,” ucap Bintoro di Mapolresta Depok, Kamis (27/9).

Bintoro menuturkan, pihaknya masih terus bekerja untuk mencari titik terang kasus yang menimpa korban, di wilayah Pancoranmas tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih dalam lagi, terhadap peristiwa yang telah terjadi,” tuturnya.

Menurutnya, hingga saat ini beberapa saksi telah dikumpulkan dan dimintai keterangan. “Ada empat saksi berinisial M, S juga korban dan satu lagi saksi dari pihak keluarga korban,” bebernya.

Selanjutnya, Bintoro menegaskan kedepannya pendalaman terhadap para saksi akan lebih didalami lagi dengan memanggil terduga pelaku.

“Yang dilaporkan, maupun korban akan kita panggil dan kita konstruksikan apakah benar terjadi kasus persetubuhan tersebut,” paparnya.

Selain itu juga, akan ada gelar perkara yang menurutnya menjadi sebuah penentu apakah kasus pencabulan tersebut bisa naik ke tahap sidik. “Ya jadi, setelah gelar perkara itu nanti terlihat apakah bisa dinaikkan ke tahap sidik atau tidak,” tandasnya.(irw)