PEBRI/RADAR DEPOK PROGRAM: Para peserta dan tamu undangan dalam kegiatan sosialisasi Program Hisppi dan AISI Kota Depok di lantai 10 Dibaleka II berfoto bersama, Rabu (5/9).
PEBRI/RADAR DEPOK
PROGRAM: Para peserta dan tamu undangan dalam kegiatan sosialisasi Program Hisppi dan AISI Kota Depok di lantai 10 Dibaleka II berfoto bersama, Rabu (5/9).

DEPOK – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) serta Uji Kompetensi jadi program yang akan digulirkan oleh Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia (Hisppi) dan Asosiasi Instruktur Seluruh Indonesia (AISI) Kota Depok. Tentunya semua itu untuk meningkatkan kompetensi pendidik, agar lebih diakui dan berkualitas.

Ketua AISI Kota Depok, Marcell Kurniawan mengatakan, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) tentunya harus terus berkembang dan semakin berkualitas kedepannya. Oleh karena itu, peningkatan mutu tenaga pendidiknya sangat penting. Jadi, kompetensi pendidik adalah yang utama unhtuk bisa mencapai hal tersebut.

“Mutu yang bagus tentu dihasilkan dari kompetensi pendidik yang juga bagus. Jadi, ada baiknya harus diadakan diklat dan ujikom,” ucapnya usai kegiatan sosialisasi Program Hisppi dan AISI Kota Depok di lantai 10 Dibaleka II, Rabu (5/9).

Marcell menuturkan, dengan mengikuti diklat dan ujikom maka nantinya bisa mendapatkan sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Dengan begitu, tenaga pendidik akan lebih diakui kualitasnya. Ujikom juga akan berpengaruh pada akreditasi, dimana bagian pentingnya adalah sertifikasi ujikom instruktur.

“Ada beberapa materi pelatihan yang diberikan, tentunya materi yang bisa diterapkan di semua LKP. Rencananya Diklat dan Ujikom Pendidik Kursus dan Pelatihan Pendidikan Non Formal Angkatan ke-2 akan diadakan pada pertengahan September 2018,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Depok, Diah Sadiah yang hadir dalam sosialisasi tersebut menuturkan, dengan adanya Hisppi dan AISI di Kota Depok, tentunya akan berdampak pada semakin banyaknya orang yang memiliki ketrampilan di Kota Depok, dan bisa membuka lapangan kerja secara mandiri.

“Semua organisasi tentunya tidak bisa menjalankan program hanya pengurusnya saja, tetapi juga harus mendapatkan dukungan dari anggotanya,” terangnya. (peb)