Ust. Nasihun Syahroni, Ketua Rombongan KBIH Arrahmaniyah.
Ust. Nasihun Syahroni, Ketua Rombongan KBIH Arrahmaniyah.

Laporan: Ust. Nasihun Syahroni

(Ketua Rombongan KBIH Arrahmaniyah Depok)

Dalam dua hari ini Kota Mekah perlahan sudah mulai ditinggalkan jamaah haji dari Indonesia, yang tinggal sekitar satu bulan. Kondisi tampak lengang, baik di hotel-hotel yang semula ditinggali oleh Warga Negara Indonesia selama di Mekah.

Hal itu terjadi pula di terminal yang biasa menjadi tempat berkumpulnya jamaah yang mau berangkat pulang pergi ke Masjidil Haram. Kondisi ini akan terus bertambah sepi berbarengan dengan jadwal pemulangan jamaah terutama gelombang pertama.

Sementara jamaah gelombang kedua, masih tinggal di Mekah dalam beberapa hari ke depan. Sama halnya dengan jamaah di Kloter 94 JKS, masih tinggal di Mekah sekitar 10 hari lagi sampai diberangkatkan ke Kota Madinah.

Penulis dan jamaah lain berharap semoga semua berjalan lancar dan nyaman buat semua jamaah, baik yang masih ada di Kota Mekah dan Madinah, maupun yang perjalanan pulang ke tanah air.

Jamaah masing-masing memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, terutama yang muda-muda. Bagi yang sepuh sebagian menghabiskan waktunya di hotel sambil beristirahat.

Sementara untuk komunikasi, nyaris tidak menemukan kendala yang berarti selama proses haji. Saat rombongan berkunjung ke museum ada jamaah yang tertinggal bus di museum, sehingga pulangnya naik taksi. Setiap turun dari bus dan tiba di tempat tujuan, banyak jamaah yang berfoto. Saking asyiknya, hingga kurang memerhatikan kalau rekan-rekan jamaah lain sudah meninggalkan museum.

Sementara itu, sebagian jamaah yang sempat bertegur sapa dengan kami, semua familiar dengan Indonesia. Meskipun terbata-bata dalam berbincang, seperti ketika bertemu dengan warga negara Banglades.

Kebetulan mereka ada yang fasih berbahasa Inggris, sedangkan saya dan jamaah lain mencoba mengimbangi meskipun terkadang berfikir dulu apa yang ingin disampaikan dalam bahasa Inggris. Tapi yang penting saling memahami.

Bermula pembicaraan dari saling bertanya darimana asal negara, kemudian berlanjut menceritakan bagaimana keadaan penduduk di masing-masing negara terkait agama. Mereka bertanya kebanyakan masyarakat Indonesia beragama apa dan berepa persen warga Indonesia yang beragama muslim dan seterusnya. Dan ternyata sangat unik bisa berkomunikasi dengan mereka. (gun)