IST FOR RADARDEPOK MENDESAK: Kuasa Hukum dan Jamaah First Travel mendesak agar First Travel mengajukan Kasasi, agar aset yang dimiliki FT bisa dikembalikan ke jamaah.
yamaha-nmax
IST FOR RADARDEPOK
MENDESAK: Kuasa Hukum dan Jamaah First Travel mendesak agar First Travel mengajukan Kasasi, agar aset yang dimiliki FT bisa dikembalikan ke jamaah.

DEPOK – Jamaah umrah yang menjadi korban penipuan First Travel (FT), mendesak agen perjalanan tersebut mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Para jamaah beralasan, vonis banding dari Pengadilan Tinggi Bandung hanya menguatkan putusan PN Depok yang tidak mengembalikan uang jamaah.

Pada vonis yang diketok 15 Agustus 2018, tidak ada perubahan dari keputusan pengadilan sebelumnya. Hakim tetap menjatuhkan vonis hukuman 20 tahun bagi bos First Travel, Andika Surachman dan 18 tahun terhadap Anniesa Hasibuan. Selain itu, menguatkan aset First Travel tetap disita oleh negara.

Kuasa hukum jamaah First Travel, Riesqi Rahmadiansyah mengatakan, kasasi merupakan upaya hukum yang tepat yang bisa dilakukan oleh para kliennya saat ini.

Baca Juga  Aktivitas Iblam Edu Garden : Satu Jam Dipakai Belajar Kupas Tuntas Hidroponik (2)

Hal itu dilakukan untuk mendapatkan kembali aset First Travel yang disita negara, kemudian digunakan memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci.

“Kasasi bukanlah menjadi masalah bagi para jamaah, karena seyogyanya jamaah tidak perlu memikirkan putusan berapa tahun pidana bagi terdakwa. Kepentingan korban adalah mengenai terbukti tidaknya pelaku melakukan tindakan pidana, hakim sudah menyatakan terbukti. Tetapi jamaah menjadi pihak yang paling berkepentingan dalam kasus ini,” ujar Riesky dalam konferensi pers Jamaah First Travel di Mess Haji Latuconsina, Jalan Juanda, Depok, Senin (10/9).

Nantinya, Riesky berharap Mahkamah Agung dapat lebih mengedepankan restorative justice, atau pendekatan yang menitikberatkan pada terciptaya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana dan korban. Kepentingan para jamaah dianggapnya harus dikedepankan.

Baca Juga  Depok Siapkan Edaran Libur Nasional untuk Pilkada Serentak

“Kekhawatiran jamaah adalah ketika nanti aset yang ada kembali disita untuk negara, jelas jamaah akan jadi korban dua kali,” kata Riesky. (rub)