DICKY/RADARDEPOK LANGGAR GSS: LPM Kelurahan Curug, Wardana saat menunjukan salah satu bangunan yang melanggar GSS di anak Kali Angke Lima, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
LANGGAR GSS: LPM Kelurahan Curug, Wardana saat menunjukan salah satu bangunan yang melanggar GSS di anak Kali Angke Lima, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

DEPOK – Masih saja ditemukan sejumlah bangunan yang berdiri berdampingan dengan saluran maupun kali yang notabene melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS). Untuk mencegah terjadinya pelanggaran GSS, LPM Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, meminta masyarakat atau pemilik lahan mematuhi peraturan GSS.

Ketua LPM Kelurahan Curug, Wardana mengatakan, saluran air atau kali merupakan bagian penting dalam struktural tata lingkungan. Namun, belakangan ini masih ada sejumlah masyarakat yang belum mengerti tentang membangun atau memanfaatkan lahannya yang berdekatan dengan saluran maupun kali.

“Masih saja ada bangunan atau pemanfaatan lahan dengan melanggar GSS,” ujar Wardana kepada Radar Depok, kemarin.

Wardana menjelaskan, apabila masyarakat ingin membangun atau memanfaatkan lahan yang bersentuhan langsung dengan saluran maupun kali, diharapkan untuk mematuhi peraturan GSS. Masyarakat diminta untuk membangun atau memanfaatkan lahan minimal tiga meter dari sempadan sungai maupun saluran air.

Wardana menuturkan, dengan mematahui dan mengindahkan peraturan GSS ada banyak manfaat yang dapat dipetik pemilik lahan, maupun untuk kepentingan umum, seperti mencegah terjadinya longsor hingga memudahkan dinas terkait melakukan normalisasi saluran.

“Jangan sampai akibat pelanggaran tersebut memberikan dampak kurang baik terhadap lingkungan,” tutup Wardana. (dic)