SANI/RADAR DEPOK MATERI : Para pelajar kelas X SMK Insan Medika mendapatkan materi tentang wawasan kebangsaan (wasbang) dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Kemarin (7/9).
SANI/RADAR DEPOK
MATERI : Para pelajar kelas X SMK Insan Medika mendapatkan materi tentang wawasan kebangsaan (wasbang) dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Kemarin (7/9).

Pelajar SMK Insan Medika mendapatkan materi tentang wawasan kebangsaan (Wasbang) dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara, Kementerian Pertahanan RI (7/9). Di era digital dan teknologi yang kian pesat ini, wasbang sangat diperlukan peserta didik untuk dijadikan benteng bagi dirinya di masa mendatang.

LAPORAN : NUR APRIDA SANI

Sebagaimana diketahui dengan keberadaan gawai membuat rasa kebangsaan anak-anak mulai terkikis. Program ini menyasar anak muda yang notabene 40 persen generasai milenial yang akan mengambil alih kepemimpian negara ini.

“Kami ingin di dalam diri mereka terdapat jiwa nasionalisme walaupun jaman semakin berkembang,” ujar Kolonel Widyo Hartanto kepada Radar Depok.

Materi yang disampaikan Widyo pun meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dalam materinya, dirinya lebih menekankan untuk mengajak para pelajar menggunggah kesadaran intelektualnya akan wasbang tersebut.

“Diharapkan ke depan mereka menjadi generasi yang bersatu, tidak mudah berkotak-kotak. Skat-skat ini yang sedang kami runtuhkan, para oknum menyerang lewat mainset tentu kami akan merubah paradigma buruk tersebut lewat mainset,” jelas Widyo.

Sementara itu, Wakil Kepala SMK Insan Medika Bidang Kurikulum, Angga Tasmita menuturkan, pemberian wasbang kepada peserta didik merupakan rangkaian penutup dari kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang dilaksanakan selama dua hari, 6-7 September 2018.

Sebanyak 45 siswa kelas X mengikuti LDKS yang bertempat di Kampung 99 Pepohonan, Jalan KH. Muhasan, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo.

“kegiatan ini adalah bekal awal mereka sebelum memulai pendidikan di jenjang selanjutnya. Melatih anak-anak untuk belajar mandiri, kerja tim, dan menambah wawasannya terhadap nasionalisme,” tutup Angga.(*)