Kemenkumham Rombak Sistem Lapas

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
MENJELASKAN: Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menjelaskan soal perombakan terkait sistwm Lembaga Pemasyarakatan di Cinere, kemarin.

DEPOK – Kementerian Hukum Dan HAM RI akan merombak sistem Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Carabta, dengan menerapkan tiga tahapan metode sistem yang akan segera dijalankan. Pertama, sistem Maksimum Security, dimana titik tekannya yaitu pada kepribadian, mental dan spiritual.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menuturkan, revitalisasi dilakukan dengan konsepsi kemasyarakatan yang ditangani rumah tahanan (Rutan) maupun Lapas adalah manusia.

“Karena yang ditangani adalah manusia. Intinya bagaimana kami harus bisa mengubah perilaku yang tadinya mereka menyimpang, dan melanggar jadi tidak menyimpang,” ucap Utami saat ditemui di Gedung BPSDM, Hukum Dan HAM Jalan Raya Gandul No4 Kecamatan Cinere , Kamis (20/9).

Utami menuturkan, revitalisasi juga dilakukan sebagai pengembangan dalam mensukseskan Undang-Undang No5 tahun 2014. Itu yang mengatur Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan kata lain penggunaan metode sistem bagi warga binaan.

“Jadi kami selaku sipir bertugas mendampingi sekian banyak Warga Binaan. Selain itu, mengurangi penyimpangan yang sengaja maupun tidak sengaja oleh anggota kami, ” ucapnya.

Utami menerangkan, bentuk revitalisasi tersebut akan dibuktikan dengan menerapkan tiga tahapan metode sistem yang akan segera dijalankan. Pertama sistem Maksimum Security, dimana titik tekannya yaitu pada kepribadian, mental dan spiritual. “Warga binaan disini, harus sadar janji tidak melakukan pelanggaran hukum lagi kita berikan waktu minimal enam bulan,” bebernya.

Menurutnya, setelah Warga Binaan bisa lolos dalam tahapan tersebut akan berlanjut di Medium Security, dimana para warga binaan akan menempuh jalur pelatihan.

“Disini mereka akan diberikan, keterampilan formal namun tahapan ini khusus. Bagi mereka yang telah lolos maksimum Security dan teridentifikasi masuk Lapas karena keterpaksaan tentunya kita asesment juga,” jelasnya.

Selanjutnya, tahapan terakhir yaitu Minimum Security dimana para warga binaan didampingi untuk bisa menghasilkan produk baik barang maupun jasa.

“Kita sudah siapkan tempat untuk ini (minimum Security), yaitu di Cianger Rangkas Bitung, sehingga setelah mereka sudah berubah sikap sadar tidak melanggar ketertiban UPT saja itu sudah jadi satu indikator,” paparnya.

Prihal selama pemantauan warga binaan tidak bisa berubah. Sri menjawab maka warga binaan tersebut, akan tetap berada di tahap Maksimum Security.

Ia menjelaskan, tahapan maksimum security ini ruang gerak warga binaan terbatas, mereka tidak bisa ketemu keluarganya. Bahkan, kata dia, penjagaan sangat ketat, hanya pengacara saja bisa ketemu mereka. Selain itu, yang punya hak remisi nantinya hanya warga binaan yang sudah memasuki tahap Medium dan Minimum Security. “Jadi penyimpangan – penyimpangan dari anggota kami baik sengaja maupun tidak sengaja bisa dikurangi,” tandasnya.(irw)

You may also read!

berita acara bukopin

Pemerintah dan Regulator Menjaga Bukopin Dan Dana Nasabah

Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan A. Purwantono.   RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Bank Bukopin baru saja selesai melaksanakan

Read More...
acara muharram di pengasinan

Satpol PP Kota Depok Tidak Tahu Ada Dangdutan di Muharram Pengasinan

UNDANG ARTIS : Kegiatan peryaan 10 muharam di Kelurahan Pengasinan.  FOTO : INDRA SIREGAR /

Read More...
acara muharram di pengasinan dibubarkan

Langgar Protokol Kesehatan, Polisi Bubarkan Acara Muharram di Pengasinan

UNDANG ARTIS : Kegiatan peryaan 10 muharam di Kelurahan Pengasinan.  FOTO : INDRA SIREGAR /

Read More...

Mobile Sliding Menu