Kenalkan Budaya Ala Kenya Indrasti Maulia (1) Angkat Brand Indonesia, Jadikan Rumah Sebagai Tempat Produksi

In Metropolis
RICKY/RADAR DEPOK
PERKENALAN : Owner Kenayu Indonesia, Kenya Indrasti Maulia (Kanan) bersama Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji (tengah) dan pelaku UKM Depok menunjukan produk Kenayu Indonesia di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, di The Margo Hotel, Depok beberapa waktu lalu.

Pada 2014, Kenya Indrasti Maulia mulai aktif menjahit. Ibu dua anak ini, mengangkat brand Indonesia melalui produk Kenayu Indonesia. Juga memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Kota Depok.

Laporan : Ricky Juliansyah

Saat rehat makan siang dalam Bimbingan Teknis Pemasaran Pariwisata, dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, di The Margo Hotel, Jalan Raya Margonda Depok pada Rabu 12 September 2018. Ada dua peserta yang menghampiri Anggota DPR RI, Nuroji yang kala itu menjadi narasumber.

Adalah Kenya Indrasti Maulia, ibu dua anak ini dengan antusias menunjukan produknya kepada Nuroji untuk didorong dan dikembangkan di Depok.

Produk sarung bantal yang diperlihatkan bisa dibilang khas, sebab Kenya memadukan craft dengan unsur budaya dan sejarah. Kala itu, alumnus Gunadarma ini menunjukan sarung bantal dengan gambar The Old House of Pondok Cina, Tari Topeng Cisalak dan bangunan Stasiun Depok Baru.

Setelah berbincang tentang potensi dan permasalahan pemasaran produknya dengan Nuroji. Kenya bersama rekannya pun mengabadikan moment tersebut lewat gawai yang ia bawa. Kemudian, mantan pramugari Saudi Arabian Airlines ini pun mau berbagi informasi terkait produk craft yang ia buat di Perum Pondok Cibubur, Jalan Radar Auri, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

“Saya masih menggunakan rumah saja sebagai tempat produksi,” tutur perempuan cantik ini.

Dia mengungkapkan, awalnya terjun ke bisnis craft setelah Kenya mulai aktif menjahit pada 2014 lalu. Saat itu, ia membuat taplak tenda, yakni taplak meja makan yang bawahnya bisa sebagai tenda, juga membuat tas, dompet, boneka perca pesanan per orangan dari teman-teman dekatnya.

Namun, produk yang dibuat bukan hanya mengejar fungsinya saja. Tetapi ada yang ditampilkan, agar memiliki ciri khas, yakni mengangkat tema tentang Indonesia.

Hal tersebut, menurut Kenya, terinspirasi saat memperhatikan Souvenir dari negara lain, yang unik tetapi juga mengedepankan unsur modern. Sejak itulah dia membuat merek dagang Kenayu Indonesia, yang bisa diartikan karya indah dari Indonesia.

“Kenayu Indonesia sendiri dimaksudkan sebagai brand yang produknya mengangkat tentang Indonesia. Awalnya dari memperhatikan souvenir-souvenir negara lain, unik-unik tapi juga modern. Mengapa tidak kita buat yang khas Indonesia,” terang perempuan berusia 38 tahun itu.

Kenya pun mendaftarkan merek craft Kenayu Indonesia ke lembaga Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) pada 2016, dan bergabung dengan Komunitas Crafter Depok. Sekarang ini, Kenayu Indonesia sedang aktif ikut serta memperkenalkan Depok sebagai tujuan wisata. Sehingga, dalam produk craftnya terdapat bangunan-bangunan bersejarah dan juga kebudayaan dari kota sejuta Maulid.

“Produk yang kami buat adalah sarung bantal, tote bag, souvenir kecil seperti pin, Gantungan kunci dan tempelan kulkas yang bisa dilihat langsung di toko Dekranasda Depok, di lingkungan Balaikota Depok,” ucap Kenya. (bersambung)

You may also read!

alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...
kantor bawaslu depok ditutup

Ada yang Terkena Covid-19, Sekretariat Bawaslu Depok Tutup

TUTUP : Penampakan Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 RT03/13

Read More...
penertiban masker di kecamatan bojongsari

66 Pelanggar Terjaring di Kecamatan Bojongsari

HUKUMAN : Anggota Satpol PP Kota Depok saat memberikan sanksi sosial kepada pelanggar yang tidak

Read More...

Mobile Sliding Menu