Kenalkan Budaya Ala Kenya Indrasti Maulia (2) Meski Unik dan Ekslusif Harga Masih Terjangkau

In Metropolis
RICKY/RADAR DEPOK
UNIK : Owner Kenayu Indonesia, Kenya Indrasti Maulia menunjukan produk Kenayu Indonesia, salah satunya desain gambar Penari Topeng Cisalak.

Motivasi Kenya Indrasti Maulia untuk memasukan unsur budaya dan sejarah Kota Depok bukan tanpa alasan. Pasalnya, ibu dua orang anak bersama Kominitas Crafter Depok, melihat keseriusan Pemkot Depok dalam mempersiapkan dan memunculkan pariwisatanya.

Laporan : Ricky Juliansyah

Kenya Indrasti Maulia menunjukan beberapa produk dari Kenayu Indonesia, di antaranya sarung bantal bergambar Stasiun Depok Baru 1990, dua orang penari topeng Cisalak, kue kembang goyang hingga beberapa resep makanan khas.

“Komunitas crafter Depok seringkali mendapat kesempatan dari dinas Pemerintah Kota Depok mengikuti pameran maupun acara lain yang mendukung kerajinan daerah, kami melihat keseriusan pemkot mempersiapkan dan memunculkan pariwisata Kota Depok. Batik depok, makanan khas Kota depok dan lainnya mulai dibina, hingga komunitas kami pun mencoba menggali potensi cindera mata khas depok,” kata Kenya.

Seperti yang Kenya ungkapkan di awal, produk Kenayu mengangkat ciri khas Indonesia. Seperti masakan khas Indonesia, permainan tradisional maupun hewan endemik Indonesia. Untuk Depok, Kenayu mengangkat tempat-tempat bersejarah, seni dan makanan khas Betawi Depok.

Mantan karyawati PT Perusahaan Gas Negara ini menuturkan, pada awalnya ia bersama seorang rekan, mendisain bersama-sama. Tetapi setahun teralhir, terutama untuk produk khas Depok ia mengerjakan sendiri.

Saat ini, dirinya memiliki dua orang karyawan, masing-masing untuk pemasaran dan produksi. Terkait produksinya sendiri, sari menggambar, proses editing, printing hingga jahit kira-kira membutuhkan waktu 9 sampai 14 Hari. Namun jika yang digunakan adalah desain yang sudah ada, tentu bisa lebih cepat, sekitar 5 sampai 7 hari.

Sedangkan, untuk finishing gambar sebagian besar menggunakan proses printing untuk memudahkan perawatan produk atau menghindari kelunturan ketika dicuci ata dibersihkan.

“Kalau pemasaran, seperti halnya kebutuhan masyarakat akan internet, tentu kami memasarkan juga secara online, mengikuti bazaar dan menitipkan barang di toko Dewan Kerajinan Daerah(Dekranasda) Depok,” terang Kenya.

Kenya menjelaskan, meski unik dan terkesan ekslusif, namun produk Kenayu Indonesia masih terjangkau. Bagaimana tidak, untuk softcase laptop dihargai Rp72 ribu, tas Rp90 ribu dan sarung bantal berkisar dari Rp81 ribu hingga Rp117 ribu.

Jangan heran, ada salah satu factory outlet besar di Bandung mengorder 300 pics bantal khas Bandung, untuk event atau season akhir tahun.

“Kami memiliki ciri khas. karena, misalnya gambar khas Indonesia yang dibutuhkan untuk desain, digambar dengan tangan. Dan untuk produk yang menggunakan foto juga kami narasikan atau ditampilkan sisi sejarahnya,” kata Kenya. (Bersambung)

You may also read!

walikota depok pakai masker CFD

Ini Penjelasan Walikota Depok Bisa Negatif, Meski Istrinya Positif Covid-19

Walikota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Berkaitan dengan Elly Farida yang terpapar virus Korona (Covid-19),

Read More...
alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...
kantor bawaslu depok ditutup

Ada yang Terkena Covid-19, Sekretariat Bawaslu Depok Tutup

TUTUP : Penampakan Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 RT03/13

Read More...

Mobile Sliding Menu