SANI/RADAR DEPOK ANTUSIAS: Ratusan kepala sekolah dan guru di Kota Depok belajar jurnalistik bersama di Gedung Graha Insan Cita, kemarin (6/9).
SANI/RADAR DEPOK
ANTUSIAS: Ratusan kepala sekolah dan guru di Kota Depok belajar jurnalistik bersama di Gedung Graha Insan Cita, kemarin (6/9).

DEPOK – Kepala sekolah (kepsek), guru negeri dan swasta di Kota Depok belajar jurnalistik bersama di Gedung Graha Insan Cita, kemarin (6/9). Antusias tersebut terlihat dari ratusan kepsek dan guru jenjang SD-SMP yang mengikuti workshop.

Dalam agenda yang berlangsung selama satu hari, mengajarkan para tenaga pendidik untuk mengenal apa peran dan tujuan seorang jurnalis. Pasalnya, workshop ini digelar juga dengan alasan keresahan dari para guru dan kepala sekolah yang mendapat intervensi dari wartawan ‘ilegal’.

“Workshop ini merupakan pertama kalinya diadakan di Indonesia dengan menyasar kepala sekolah dan guru, biasanya siswa. Jadi kami beritahu di workshop ini mengenali bedanya jurnalis sesungguhnya dengan yang bukan (jurnalis),” kata ketua panitia workshop, Iis Sudrajat.

Sementara itu, Kepala SDN Depok Jaya 1, Suhyana mengungkapkan, dengan adanya workshop seperti ini, dirinya merasa terbantu karena ilmu yang didapat. Selain itu, dia mengaku juga akan menerapkan arahan dari pemateri seperti mengasah kemampuan menulis.

“Kami pihak sekolah biasanya mendapat intervensi lewat berita yang di ‘pelintir’. Jadi kalau kami yang menuliskan sendiri beritanya itu bisa mengurangi statemen atau pemberitaan yang tidak sesuai,” katanya.

Salah satu staf Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Rita Nurlita mengajak para guru untuk tidak berpikir negatif ketika didatangkan para wartawan. Ia pun berpesan untuk pihak sekolah bekerja sama dengan media dalam membangun nama sekolah.

“Media adalah teman, tidak semuanya buruk. Untuk itu ayo kita sama-sama bekerjasama untuk sekolah, dan asah terus kemampuan menulis (artikel, press rilis, dll) kalian,” kata Rita. (san)