Kloter 94 Jalani Tawaf Wada

In Utama
Ust. Nasihun Syahroni, Ketua Rombongan KBIH Arrahmaniyah.

Laporan: Ust. Nasihun Syahroni

(Ketua Rombongan KBIH Arrahmaniyah Depok)

Pada Minggu (9/9) Kloter 94 JKS Kota Depok sedang berziarah ke Kota Tho’if. Namun sebagian jamaah ada pula yang mengikuti rapat pembekalan dengan petugas kloter terkait pelaksanaan Tawaf Wada, dan mempersiapkan keberangkatan ke Madinah, untuk selanjutnya berziarah ke makam Rasulullah SAW dan masjid Nabawi.

Perlu diketahui, pada Sabtu (15/9) jamaah haji Kloter 94 JKS akan segera meninggalkan Kota Mekah. Sebelum itu, masih ada satu kegiatan wajib haji yang harus dijalankan, yaitu Tawaf Wada. Pelaksanaan ini sebagai pengingat bagi para jamaah, yang tadi telah melaksanakan pembekalan oleh petugas kloter.

Tawaf Wada adalah semacam pamitan kepada Ka’bah karena akan meninggalkannya. Setelah kurang lebih satu bulan jamaah haji tinggal di Kota Mekah. Doa dalam Tawaf juga hanya satu doa yang dianjurkan bagi yang sedang melaksanakan Tawaf Wada. Yaitu agar diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa kembali mengunjungi Ka’bah atau Masjidil Haram pada waktu yang akan datang.

Karena Tawaf Wada adalah salah satu kewajiban haji, maka seluruh jamaah haji yang akan meninggalkan Kota Mekah harus melaksanakan Tawaf Wada ini, kecuali bagi jamaah yang ada halangan yang diperbolehkan menurut syariat.

Bagi yang berhalangan seperti sakit, haid atau nifas pun diharuskan datang ke Masjidil Haram, meskipun hanya berada di depan pintu gerbang masjid sebagai tanda pamit terhadap ka’bah.

Di samping pembekalan terkait Tawaf Wada dari dokter tim kesehatan haji Kloter 94 JKS mengamanatkan kepada seluruh jamaah agar mempersiapkan diri untuk keberangkatanke Madinah.

Berikut resume pembekalannya. Pertama, terkait Tawaf Wada insha Allah akan diatur waktu yang tepat untuk dilaksankan bagi jamaah kloter 94 JKS. Perkiraan waktu yang tepat adalah 12 jam sebelum keberangkatan ke Madinah terutama buat yang sudah sepuh/tua. Untuk yang masih merasa muda boleh dilaksanakan menjelang keberangkatan ke Madinah, tapi jangan terlalu dekat waktunya dengan keberangkatan, mengingat energi masih sangat diperlukan untuk keberangkatan ke Madinah, waktu tempuh Mekah Madinah sekitar 4-5 jam.

Kedua, terkait Kesehatan. Seluruh jamaah agar menjaga kesehatan; cukup makan dan minum, makanan yang disediakan sebaiknya dimakan, kebutuhan minum setiap hari sekitar tiga kali lipat kebutuhan kita saat di Indonesia. Jadi butuh sekitar enam liter air setiap hari (wooow kita baru paling 3 liter).

Itu baru standar, meskipun keluhannya sering buang air kecil itu lebih baik cukup minumnya ketimbang tubuh kurang cairan akan muncul berbagai gangguan kesehatan. Seperti batuk, pilek dan gangguan lainnya.

Ketiga, saat di Madinah. Insha Allah jarak hotel dengan Masjid Nabawi tidaklah jauh kisaran 300 meter. Namun demikian kita juga harus tetap memperhatikan Alat pelindung diri yg sudah diberikan kepada seluruh jamaah. Yakni masker, payung kacamata harus tetap digunakan saat aktifitas keluar hotel, terutama sandal harus diperhatikan. Saat di Masjid Nabawi terdapat satu pintu sebagai pusat informasi, dimana petugas dari Indonesia stanbye di sana yaitu pintu nomor 21. Kalau ada jamaah yang bingung atau tersesat kemana jalan menuju pulang ke hotel, cukup cari pintu masjid nomor 21. Di sana akan dibantu petugas. (gun)

You may also read!

jawara kood bagikan masker

Radar Depok TV – KOOD Bantu PSBB Kota Depok

SEBAGAI rasa bentuk kemanusiaan, Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) membantu pelaksanaan PSBB di Kota Depok, yakni check point di

Read More...
XL Axiata maumere

XL Axiata Sediakan Program Ramadan-Lebaran di Rumah

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meningkatkan kualitas jaringan data di

Read More...
ridwan kamil jawa barat

Ridwan Kamil Izinkan Daerah untuk Lakukan Karantina Wilayah Parsial

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.   RADARDEPOK.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengizinkan kepala

Read More...

Mobile Sliding Menu