BANDUNG – Sidang lanjutan Korupsi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Sukamaju, Cilodong dilanjutkan dengan pembelaan kuasa hukum terdakwa Agustina Tri Handayani. Dalam kesempatan tersebut kuasa hukum mengatakan tuntutan JPU terlalu subjektif, saat sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (3/9).

Menurut kuasa hukum Agustina Trihandayani, Agus Tatang. Memohon agar majelis hakim memutuskan peristiwa pidana berdasarkan surat dakwaan. Karena menurutnya, ada pendapat yang kontradiktif antara keterangan saksi dan surat dakwaan.

“Banyak keterangan saksi yang bersimpangan dengan kesimpulan jaksa, keterangan saksi dan alat bukti. Sehingga kesimpulan sangat sumir dan subjektif,” kata Tatang kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dia menyatakan, JPU tidak mampu memperadukan dalam fakta hukum, yang diperoleh dari fakta persidangan dengan peristiwa pidana yang diuraikan dalam surat dakwaan. “Lazimnya menurut hukum, pembuktian peristiwa pidana dalam surat dakwaan harus didahulukan dan diutamakan. Karena banyak keterangan saksi yang bertentangan,” kata Tatang.

Sementara, JPU dalam persidangan tersebut, Anas Rustamaji mengatakan, karena kuasa hukum Agustina Tri Handayani meminta kliennya bebas. JPU akan menanggapi atau membacakan replik yang akan dilaksanakan Rabu (5/9).

Sedangkan terdakwa Aulia dan Tajudin, hanya minta keringanan, sehingga JPU tetap pada tuntutan. “Sidang tuntutan akan dilaksanakan, Senin (17/9),” tandas Anas.(rub)