IRWAN/RADAR DEPOK KREATIF: Dian Sukmawati pengusaha Donat Salzy Bakery Depok di rukonya Jalan Margonda, Kecamatan Beji.
IRWAN/RADAR DEPOK
KREATIF: Dian Sukmawati pengusaha Donat Salzy Bakery Depok di rukonya Jalan Margonda, Kecamatan Beji.

Di kalangan para pelaku UMKM Kota Depok nama Dian Sukmawati sebagai pengusaha donat sudah tidak asing lagi. Bahkan ia dikenal Master Donat.

 Laporan : Muhammad Irwan Supriyadi 

NIAT yang kuat dan doa menjadi kunci sukses bagi setiap orang yang ingin tujuannya tercapai. Ini pula yang dilakoni salah satu pengusaha tangguh asal Kota Depok, Dian Sukmawati. Ia merupakan perajin aneka ragam makanan. Namun, di kalangan pengusaha UMKM adalah donat hasil produksinya.

Istri dari Herry Supriadi ini mahir membuat donar berbagai rasa. Guna mengembangkan usahanya tersebut, ia membuat grup dengan nama Salzi and Friend. Grup tersebut diisi dengan pelaku usaha kecil terutama kue dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua ada di grup itu.

“Sampai kita bikin grup WhatsApp (WA) ya, sering sharing dan tukar pendapat cara buat kue dan lainya,” kata Dian.

Karena sering komunikasi akhirnya lulusan perawat ini pun banyak yang minta diajarkan membuat donat. Tidak tanggung-tanggung Dia sudah mengajarkan warga Indonesia sebanyak 2.000 orang. Ia memberikan pelajaran melalui medsos dan menggelar pelatihan pembuatan donat. “Malah saya dibilang master donat,” ucap sambil memperlihatkan produknya.

Dari usaha donat, Dian sudah memiliki satu ruko lantai tiga di Jalan Margonda Depok. Ruko itu adalah hasil istiqomah Dian mengembangkan usaha donat sehingga ada teman atau investor membantu usahanya maju dan dikenal orang banyak.

“Cita-cita saya ingin punya ruko besar dan isinya produk Donat Salzy Bakery dan dari temen-temen UMKM Depok. Alhamdulillah terwujud,” kata Dian ketika ditemui di rukonya Jalan Margonda, Kecamatan Beji.

Keberhasilan memiliki ruko besar karena berkat doa dan dukungan suami, teman-teman dan usaha. Ruko itu dia dapat dari seorang teman yang ingin join mengembangkan donat tersebut. “Teman ya. tapi bukan teman dekat. Ia satu pemikiran dan tujuan. Jadilah buka usaha donat dan produk usaha teman-teman UMKM Depok di ruko ini,” ungkapnya.

Sebelumnya Dian memiliki stan di Margo City dengan bren donat Salzy Bakery (SB). Salzi Bakery mulai dirintis tahun 2013. Jadi sudah hampir 5 tahun lebih memulai usaha berbisnis di bidang kuliner khususnya di Cake dan Bakery. “Buka stan di Margo City, ada temen nitip produknya. Ia tidak masalah jika gak laku. Yang pentig terpajang di sana,” kenang Dian.

Dian menilai, olahan para pelaku usaha di Kota Depok bisa menjadi buah tangan alias oleh-oleh bagi warga yang sedang berkunjung ke Kota Depok. Hal itu bisa ditiru seperti yang dilakukan masyarakat Yogyakarta, yang terkenal dengan Bakpia nya.

Dia mengaku, sebelumnya suaminya seorang pekerja di salah satu perusahaan. Di mana baru sebulan naik jabatan yang lumayan tiba- tiba ada hasrat ingin resign dari kantornya karena pas ada tawaran pensiun dini. “Karena suami ingin belajar memiliki usaha sedangkan saya saat itu hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa dengan dua anak perempuan,” kata dia.

Setelah berfikir panjang, akhirnya berhenti. Setelah resign kerja suami memulai usaha rental mobil. Berjalan setahun penghasilan pun lumayan. “Alhamdulillah cuma cuci antar jemput mobil ke pelanggan. Tapi di tahun kedua setelah usaha rental mobil berjalan, Allah SWT mulai memberi ujian,” ungkapnya.

Sebanyak tiga unit mobil hilang digadaikan oleh konsumen, saat itu itulah hidup mulai kehilangan arah. (bersambung)