Lebih Dekat Gudang Dolanan Indonesia (1) Didirikan 2006, Pertahankan Permainan Tradisional

In Metropolis
DICKY/RADARDEPOK
TRADISI: Endi saat berada di galeri tempat penyimpanan mainan tradisional di Gudang Dolanan Indonesia, Perumahan Taman Serua, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, kemarin (24/9).

Tidak dapat dipugkiri permainan tradisional anak tempo dulu telah tergerus dengan kecanggihan teknologi. Padahal, Indonesia memiliki kekayaan permainan tradisional yang dikenal ramah anak. Untuk menjaga permainan tradisional, Endi Melalu Gudang Dolanan Indonesia mempertahankan permainan anak tradisional. 

Laporan : Dicky Agung Prihanto 

Sebuah rumah di Jalan Manggis Blok A2 No3 Perumahan Taman Serua, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, terlihat rendang dan sejuk. Halaman depan rumah dengan kursi yang terbuat dari besi dibawah rindangnya pohon, terlihat Endi Aras Agus Riyono tengah duduk sambil menghisap batang rokok yang berada ditangannya.

Di bagian belakang rumah sebuah bangunan dengan lebar empat meter dan panjang 12 meter, sejumlah permainan tradisional tersusun dengan rapi. Pemilik Gudang Dolanan Indonesia, Endi Aras mengatakan, permainan tradisional merupakan koleksi miliknya yang sudah dikumpulkan sejak 2005.

“Awalnya saya menjadi rekanan Kemendikbud dalam untuk melaksanakan kegiatan festival gangsing 2005,” ujar pria kelahiran 1963.

Pria kelahiran Blora tersebut mengungkapkan, sejak saat itu dirinya mengumpulkan permainan anak tradisional. Pengumpulan tersebut mulai Endi lakukan dengan cara membeli, mendapatkan dari seseorang, maupun bertukar barang. Mainan yang dia koleksi untuk pertama kalinya merupakan mainan gangsing yang terbuat dari kayu.

Seiring berjalannya waktu, lanjut Endi mendapatkan masukan dari berbagai teman dan rekanannya untuk mengumpulkan permainan tradisional lainnya. Sejak saat itu, dia berburu permainan tradisional untuk dijadikan koleksinya. Endi menambahkan, permainan anak tradisional di Indonesia sebanyak 2.500 permainan tradisional, hingga saat ini dia telah mengumpulkan sebanyak 100 jenis permainan.

“Kami hanya mengumpulkan mainan anak tradisional terbuat dari kayu dan menghindari plastik,” terang Endi sambil sesekali menikmati secangkir teh.

Memiliki semangat dan tekat yang besar, Endi mendirikan Gudang Dolanan Indonesia pada 16 Juli 2006. Tujuannya, dia ingin melestarikan beragam permainan anak tradisional nusantara. Hingga saat ini, dia telah mengoleksi permaianan anak tradisional, mulai dari gangsing, congklak, bekel, biji karet, kelereng, Enggrang bambu, sepak bola pantul, engsreng, taplak, Sundah manda, pletokan, ketapel, yoyo, dandaman, catur raja, dan berbagai permainan tradisional lainnya.

Dari sekian banyak koleksi yang dimiliki, pria yang memiliki satu anak tersebut memiliki koleksi gangsing yang tidak biasanya. Gangsing tersebut memiliki diameter sekitar 2,5 meter dengan berat empat kwintal. Gangsing tersebut dia simpan di museum olahraga Taman Mini Indonesia Indah.

“Permainan tradisional sudah disediakan alam tergantung bagaimana kita menjaga dan melestarikannya,” ucap Endi. (bersambung)

You may also read!

walikota depok pakai masker CFD

Ini Penjelasan Walikota Depok Bisa Negatif, Meski Istrinya Positif Covid-19

Walikota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Berkaitan dengan Elly Farida yang terpapar virus Korona (Covid-19),

Read More...
alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...
kantor bawaslu depok ditutup

Ada yang Terkena Covid-19, Sekretariat Bawaslu Depok Tutup

TUTUP : Penampakan Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 RT03/13

Read More...

Mobile Sliding Menu