REGI/RADAR DEPOK SEPAKAT: Warga RW05, Kelurahan Ratujaya, Cipayung, mufakat berjaga di setiap wilayah guna menghindari kejadian tindak pencurian kendaraan bermotor.
REGI/RADAR DEPOK
SEPAKAT: Warga RW05, Kelurahan Ratujaya, Cipayung, mufakat berjaga di setiap wilayah guna menghindari kejadian tindak pencurian kendaraan bermotor.

DEPOK – Usai teror maling motor dua bulan silam, warga RW05 melaksanakan rapat di aula kantor kelurahan lama Ratujaya, Cipayung, Rabu (5/9) malam.

Kurun waktu dua bulan terakhir, lingkungan RW05 sering kali mengalami kehilangan kendaraan bermotor.

Sedikitnya lima unit motor habis digondol maling. Terlebih, warga kecolongan dalam waktu bersamaan.

Yang terbaru, salah seorang warga RT08, Muhammad Fitra harus menelan pahit lantaran satu unit kendaraan roda duanya raib diboyong maling.

“Baru kemarin pagi, satu unit motor matik hilang seusai Salat Subuh,” tutur Ketua RT08, Cucun kepada Radar Depok.

Berdasarkan kejadian tersebut, warga menggelar rapat guna memperketat pengamanan lingkungan.

Rapat dihadiri 10 ketua RT beserta perwakilan dari setiap RT. Warga secara musyawarah mencari solusi pengamanan.

Di tiap wilayah nantinya akan diadakan penjadwalan. Warga secara bergilir melakukan ronda di tiap pos wilayah masing-masing. Perubahan durasi ronda pun ditambah yang sebelumnya di beberapa tempat. Ronda dimulai sejak pukul 22.00 hingga 04.30.

“Warga mufakat untuk diterapkan. Kalau sudah seperti ini insya Allah wilayah RW05 akan terjaga dengan baik,” kata Ketua RT07, Selamet.

Selain itu, kata Dia, saat ini warga RT07 sudah memiliki fasilitas walkie talkie sebanyak 13 unit, guna mempermudah penjagaan di tiap titik. “Kita beli sendiri,” ucap Selamet.

Sementara itu, warga RT07, Darman berharap setelah seluruh warga mufakat dalam rapat, pencegahan tindak kriminal di RW05 dengan segera kembali terjaga.

“Kita berharap setelah ini warga di RW05 tidak ada lagi yang kecolongan,” ujarnya. (cr1)