SATRIA/RADAR DEPOK BERLATIH: Kongaroo Team, Komunitas Parkour Depok sedang melakukan latihan.
SATRIA/RADAR DEPOK
BERLATIH: Kongaroo Team, Komunitas Parkour Depok sedang melakukan latihan.

DEPOK – Melompat, berlari dan berguling adalah menu bagi para penggiat parkour yang tergabung di Komunitas Kongaroo Team dikala berlatih. Komunitas yang dibentuk pada Februari 2008 ini, awalnya didirikan oleh sekumpulan orang – orang dengan hobi yang sama. Kemudian pada tahun 2016 dibentuklah kelas bagi para pemula yang ingin belajar tentang teknik – teknik parkour.

“Kongaroo Team ini dibagi dua yaitu, kelas yang diadakan di GOR KONI Kota Depok setiap hari Selasa pukul 15:00 – 19:00 WIB. Kemudian, untuk komunitasnya ada di Universitas Indonesia setiap hari Minggu dari pukul 09:00 – 11:00 WIB,” ujar Official sekaligus Pelatih Parkour Depok, Taufik Hidayat kepada Radar Depok.

Ia mengaku, banyak anggota parkour yang sudah lama bergabung di Kongaroo Team untuk bisa berbagi teknik-teknik dari olahraga ekstrem ini kepada orang-orang yang berminat untuk menekuni parkour.

“Banyak dari kami yang sebetulnya sudah berkeluarga ataupun bekerja ingin berhenti dari komunitas. Tetapi kami tidak ingin Kongaroo Team ini hilang begitu saja, jadi kami membuat kelas untuk para pemula, agar bisa berlatih bersama kami,” tambahnya.

Komunitas tersebut, telah memiliki sekitar 50 anggota aktif yang terdiri dari anak usia 7 tahun hingga orang dewasa berusia kurang lebih 30 tahun.

Ia menjelaskan, jika ada yang ingin bergabung kedalam kelas Kongaroo Team ini dapat membayar Rp130.000 untuk awal masuk dan setelah itu hanya diwajibkan membayar Rp50.000 setiap bulannya.

“Uang ini akan kembali lagi kepada mereka, karena uang ini akan dipakai untuk perbaikan peralatan, pembelian peralatan dan lainnya untuk memperbaiki kualitas,” jawabnya. (mg1)