AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK IMUNISASI : Seorang balita menangis saat melakukan imunisasi di Posyandu Semangka, RW 12, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
ILUSTRASI: Seorang balita menangis saat melakukan imunisasi di Posyandu Semangka, RW 12, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas.

DEPOK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok untuk menunda pemberian vaksi Measles Rubella (MR) kepada anak dan dewasa.

Karena vaksin MR haram mengandung bahan yang berasal dari babi, tapi boleh digunakan dalam kondisi terpaksa.

“Vaksin MR dari India itu kurang bagus karena mengandung babi, yang sudah jelas haram dikonsumsi umat muslim. Kalau bisa ditunda sementara waktu. Tunggu vaksin yang terbuat dari bahan yang halal,” kata Ketua MUI Depok Bidang Pembinaan Kader, Abdullah Safi kepada Radar Depok, kemarin.

Pemberian vaksin MR yang mengandung babi jika dalam kondisi terpaksa sudah dikeluarkan oleh MUI Pusat.

Di mana keputusan tersebut ditetapkan usai Komisi MUI menggelar rapat pleno terkait kehalalan vaksin MR di kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/8) malam.

Berdasarkam keterangan MUI Pusat penggunaan vaksin MR produk dari SII pada saat ini dibolehkan atau mubah hukumnya, karena ada kondisi keterpaksaan atau darurat syariah dan belum ditemukan vaksin MR halal dan suci.

“Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi,” imbuhnya.

Hasil pemeriksaan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) menyebutkan, vaksin MR mengandung dua unsur haram, yakni kandungan kulit babi dan organ tubuh manusia atau human deploit cell.

Keputusan ini tertuang dalam Fatwa MUI Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR dari SSI untuk imunisasi.

MUI meminta pemerintah dan produsen mengupayakan produk yang berbahan halal.

“Pemerintah dan produsen wajib mengupayakan vaksin halal untuk vaksin imunisasi dari masyarakat,” pungkas Safi.

Sebelumnya, Sekertaris Dinkes Depok, Ernawati menyebutkan, pemberian vaksin MR akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sebab, vaksi MR sangat dibutuhkan anak-anak dan dewasa, meski mengandung babi. Vaksin MR dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat didistribusikan langsung ke puskesmas se-Kota Depok.

Selanjutnya, untuk fasilitas kesehatan swasta dan bidan praktek, menurutnya, dapat mengambil vaksin sesuai dengan sasarannya. Yaitu balita dan anak sekolah setelah bekerja sama dengan puskesmas setempat.

“Layanan imunisasi ada di puskesmas dan posyandu sesuai dengan jadwal yang telah disepakati kader posyandu masing-masing di wilayah. Laporan imunisasi dilakukan setiap bulan secara berjenjang,” tuturnya.

Ia mengakui pemberian vaksin MR di Kota Depok belum mencapai 100 persen. Sasaran kampanye MR di Kota Depok tahun 2017 yaitu 458.144, dengan sasaran anak umur 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun.

“Pencapaian kampanye MR tahun 2017 di Kota Depok mencapai 98,6 terhadap sasaran pendataan,” ucap Ernawati.

Untuk tahun 2018 Dinkes menargetkan menyasar 44.317 anak umur 9 bulan dan kelas satu sekolah dasar.

“Target imunisasi MR tahun ini (2018) sama seperti tahun kemarin, tapi minimal 95 persen,” bebernya. (irw)