RICKY/RADAR DEPOK APRESIASI: Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji berfoto bersama pelaku UKM di Kota Depok usai menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Pemasaran Pariwisata yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata RI di Hotel The Margo Depok.
RICKY/RADAR DEPOK
APRESIASI: Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji berfoto bersama pelaku UKM di Kota Depok usai menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Pemasaran Pariwisata yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata RI di Hotel The Margo Depok.

DEPOK – Sebagai kota satelit DKI Jakarta, Kota Depok perlu meningkatkan sektor pariwisatanya, seperti membuat acara tahunan yang besar dan dapat menarik wisatawan domestik atau mancanegara ke kota berjuluk Sejuta Maulid. Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji menyarankan agar Pemkot Depok dapat meniru Jember dalam menggelar Jember Festival.

“Contoh Jember, mereka mengadakan even tahunan yaitu Jember Festival, itu bukan hanya terkenal di Indonesia, tapi hingga ke mancanegara, menjadi karnaval terbaik keempat di dunia,” tutur Nuroji.

Anggota dewan yang juga pelestari Budaya Betawi ini mengungkapkan, di Jember Festival itu awalnya yang membuat dari pihak swasta. Namun, Pemda Jember sendiri mendukung dan mendorong agar festival tersebut dapat berlangsung dengan bagus.

“Dukungan perizinan dan lainnya. Beda dengan yang di kita, buat festival pakai dana pribadi saja, jalan tidak boleh dipakai,” tutur Nuroji sambil tertawa.

Menurut dia, even tersebut menjadi destinasi pariwisata yang menarik dan dapat mendatangkan banyak turis domestik maupun mancanegara. Kata dia pengertian destinasi pariwisata di sini bukan hanya pegunungan atau pantai, destinasi di sini bisa berupa restoran, menjadi destinasi wisata kuliner, di Margonda sendiri sebenarnya sudah menjadi destinasi wisata kuliner.

“Misal, orang dari Jakarta datang ke Margonda untuk makan, karena mereka tahu di sana banyak restoran, tapi harus jelas pendukungnya, tempat makannya enak tidak, parkirannya ada tidak itu semua masuk Ameniti (fasilitas penunjang), kalau dia mau menginap ada tidak, kemudian akses dan atraksi,” terang Nuroji.

Dewan dari Dapil Kota Depok-Kota Bekasi ini menambahkan, untuk atraksi, destinasi wisata kuliner itu makan atraksinya, di Depok bisa dikembangkan lagi, karena tidak hanya makan saja, tapi bisa dikembangkan ketika pengunjung datang, mereka bisa ikut memasak.

“Ada sesi memasaknya, kita belum sampai ke sana pengembangannya, baru seksi sporadis saja, buat ini itu. Harusnya ditata dan dikembangkan konsepnya dengan baik, muaranya ya ke peningkatan PAD dan pengenalan Depok sendiri,” pungkas Nuroji. (cky)