RUBIAKTO/Radar Depok DISAMBUNG LAGI: Security dan petugas perumahan Aruba Residence menyambungkan lagi aliran listrik ke rumah warga.
RUBIAKTO/Radar Depok
DISAMBUNG LAGI: Security dan petugas perumahan Aruba Residence menyambungkan lagi aliran listrik ke rumah warga.

DEPOK – Sempat dihalangi dan melalui perdebatan panjang, akhirnya tujuh rumah di perumahan Aruba Residence dapat menikmati aliran listrik. Itu setelah pihak pengelola menyambungkan kembali aliran listrik, kemarin (26/9) sore.

Meski begitu, belum ada jaminan serta kepastian apakah arus listrik tidak akan diputus lagi oleh pengelola perumahan. Diketahui, Rabu (26/9) sekitar pukul 11.00 wib petugas PLN Depok kembali mendatangi perumahan Aruba Residence.

Dengan membawa hasil rapat negosiasi bersama Polresta Depok, PLN, dan Pemkot Depok, PLN berencana menyambungkan kembali arus listrik yang padam di blok A6, A25, B1, B2, C32, B16, dan C53, perumahan Aruba Residence.

“Petinggi PLN Kota Depok sempat datang lagi ke Aruba, tapi masih dihalang-halangi pihak developer,” kata Humas PT PLN Area Depok, Setiyo Budiono kepada Radar Depok.

Namun demikian, kuasa hukum warga Aruba Residence, Wahyu Argono mengatakan sempat ada penolakan dari satpam Aruba Residence, alasannya mereka belum mendapatkan izin.

“Ditolak satpam, PLN balik lagi,” ujat Wahyu.

Melewati perseteruan antara warga dengan pihak developer Aruba Residence, akhirnya pihak developer mau mengalirkan kembali listrik ke rumah warga.

“Sore sekitar jam 15.30 akhirnya developer mau menyambungkan kembali listriknya, dan jam 16.00 lampu sudah menyala” kata Wahyu.

Namun, pihak PLN tidak diperkenankan menyambung kembali ke rumah warga.

“Yang benerin pihak developer sendiri, PLN juga tidak boleh lihat cara menyambungkannya,” kata Wahyu.

Namun demikian dirinya mengatakan, belum ada yang bisa menjamin, developer Aruba Residence tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Tidak ada jaminan, kalau nantinya bakal di putus lagi,” papar Wahyu.

Dia menekankan, jika pihak developer Aruba Residence memblokir jalan, dan memutus aliran listrik itu merupakan tindakan pidana.

“Kalau memutus aliran listrik, dan memblokir jalan itu merupakan tindakan pidana, dan tak segan-segan mempidanakan pihak developer,” tandas Wahyu.

Sebelumnya, Ketua RT5/8, Kelurahan Depok, Bondan mengatakan, ada tujuh rumah yang aliran listriknya diputus secara sepihak. Antara lain di rumah blok A6, A25, B1, B2, C32, B16, dan C53. Dia juga mengatakan, sudah mengadukan hal tersebut ke PLN Kota Depok.

Namun, PLN belum bisa memberikan solusi untuk kembali mengaliri listrik ke tujuh rumah yang telah diputus. Pemutusan listrik ini dengan cara merusak jaringan listrik, dan mengunci panel listrik yang diklaim milik pengembang menggunakan gembok. (rub)