Pagi dan Sore Horor

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PENGGUNA KRL COMMUTERLINE : Sejumlah penumpang saat menggunakan transportasi KRL Commuter Line Jabodetabek, Minggu (23/9). KRL Commuter Line saat ini adalah salah satu sarana tranportasi publik yang cukup digemari masyarakat.

DEPOK – 28 September mendatang bertepatan dengan Hari Kereta Api. 73 tahun sudah kereta api melayani khalayak luas dalam moda transportasi. Lalu bagaimana di zaman milenial kondisi kereta api saat ini, khususnya Commuter Line yang dioperasikan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) di wilayah Depok. Harian Radar Depok coba  menelusuri unek-unek Anak Kereta (Angker) transportasi sejuta umat ini.

Setiap pagi, derap kaki penumpang Kereta Listrik (KRL) di Stasiun Depok Lama (Stadela) selalu sibuk. Mulai pukul 05:00 WIB, penumpang mulai berhamburan menuju peron stasiun saat pemberitahuan kereta komuter menuju Jakarta tiba.

Mereka saling selak, agar lebih dulu sampai di dalam gerbong. Penumpang pun harus rela dandanannya lusuh, karena berdesakan di dalam kereta. Dorong-mendorong sudah menjadi kebiasaan penumpang.  Apapun profesinya, sebelum sampai kantor harus rela berdesakan, sambil menjaga gravitasi tanpa pegangan agar tak jatuh.

Pada pukul 05:00 sampai 08:00 WIB dan 16:00-20:00 WIB, realitas komuter berada dalam titik paling ekstrem. Bayangkan, peningkatan penumpang bisa naik hingga 2 sampai 3 kali lipat, padat dan sumpek.

Sekira pukul, 07:00 WIB Jumat (21/9), Stadela ramai jurusan menuju Jakarta. Tapi sebaliknya, ke arah Bogor biasa-biasa saja. Neng.. nong.. neng.. nong.., neng.. nong.. neng.. nong.., neng.. nong.. neng.. nong.., neng.. nong neng nong.. Kereta Jurusan Jakarta Kota segera mamasuki Stasiun Depok Lama. Penumpang diharapan siap-siap menunggu di jalur 2. Begitulah, nada dan pemberitahuan jika commuter line akan tiba disetiap stasiun keberangkatan.

Rahma Ayu sudah siap menunggu di depan pintu. Di gerbong ketiga, perempuan sweter hijau itu langsung mencari tempat dengan harapan bisa dapat duduk. Toleransi terhadap perempuan masih begitu arif, warga Sukmajaya ini dipersilahkan duduk seorang pria. Di hadapan ribuan penumpang, Rahma menyebutkan kepada Harian Radar Depok, umumnya berdesak-desakan dalam gerbong setiap pagi dan sore hampir 45 menit.

Kalau jam pulang kerja, di Stasiun Jakarta Kota, mungkin bisa merasakan lengang. Tapi, kalau melewati tiga stasiun pertama Jayakarta, Mangga Besar, dan Sawah Besar penumpang kembali merasakaan pinyiknsaan di dalam gerbong. “Kalau dari Stasiun Jakarta Kota kosong, tapi kalau sudah di Sawah Besar sudah padat lagi,” ujar ibu anak satu itu saat ditemui di dalam Gerbong kereta jurusan Jakarta Kota.

AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
HOROR: Penumpukan penumpak terjadi saat menjelang sore. Seperti terjadi di Stasiun Depok Baru.

Penumpang lainnya karyawan Bank DKI Jakarta, Fadel Prayoga biasa pulang dari Stasiun Juanda menuju Stasiun Universitas Indonesia (UI). Sudah tiga tahun dia menjalani rutinitas pergi-pulang dengan KRL.

Seperti cerita yang lain, Fadel mulai akrab dengan bermacam gangguan KRL, sehingga pelan-pelan atau terpaksa sudah dianggap normal. “Kalau sore, bukan hanya desak-desakan, sinyal juga mulai susah kalau penuh,” singkat Fadel.

Namun diluar itu, fasilitas KRL Jabotabek sudah lebih baik dari sebelumnya. Penggiat di Komunitas Sepur Indonesia (KSI), Aditya mengatakan, fasilitas KRL Jabodetabek sudah bagus mulai dari peron stasiun sampai fasilitas di dalam gerbong.

Tapi, sayang masih ada tangan jahil vandalisme, kereta mayoritas penumpang tidak nyaman dengan adanya coretan di gerbong kereta. “Dari segi stasiun sudah banyak peremajaan, seperti Stasiun Jatinegara, Stasiun Manggarai,” kata Aditya.

Fasilitas di dalam KRL juga mulai memanjakan penumpang, agar tak bosan di tempelkan tv kabel pada kereta. “Kita juga tidak sulit ibadah, karena ada musalah disetiap stasiun. “Fasilitas sudah lebih baik, sekarang bagaimakna kita penjaganya,” papar Aditya.

Semakin baiknya layanan kereta rel listrik (KRL) mendorong terus bertambahnya jumlah pengguna moda transportasi masal itu. Tercatat, dari Januari hingga Agustus 2018, PT KCI telah melayani 222.604.375 penumpang atau 5,6 persen melampaui target volume penumpang hingga delapan bulan pertama tahun ini.

Capaian dari segi volume pengguna harian juga menunjukkan tren positif. KCI berhasil mencatatkan rekor jumlah pengguna harian tertinggi pada 14 Mei 2018, yaitu 1.154.080 penumpang. Peningkatan volume itu merupakan hasil dari penambahan jumlah rangkaian KRL dan jumlah perjalanan KRL.

Saat ini, PT KCI mengoperasikan 938 perjalanan KRL per hari dengan menggunakan 83 rangkaian kereta. Kereta itu melayani para pengguna di enam lintas KRL yang mencakup 79 stasiun. Para pengguna KRL pun semakin menunjukkan budaya yang maju dalam bertransportasi.

Terbukti, saat ini semakin banyak pengguna yang memanfaatkan Kartu Multi Trip (KMT) maupun kartu uang elektronik dari bank untuk pembayaran nontunai. Saat ini transaksi nontunai di KRL telah mencapai 62,3 persen dari seluruh transaksi atau naik 3 persen jika dibandingkan dengan awal tahun.(rub)

You may also read!

Lima Drama Korea Pilihan untuk Akhir Pekan

RADARDEPOK.COM – Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk bersantai, dan bisa menjadi waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu

Read More...
ledakan tabung gas balon

Peristiwa Ledakan  Tabung Gas Balon : Gemparkan Warga Kampung Kekupu dan Sekitarnya

PERIKSA : Petugas memeriksa lokasi ledakan tabung gas karbit, RT5/5, Kampung Kekupu, Kelurahan Rangkapan Jaya,

Read More...
deja brew nyaman

Deja Brew Nyaman dan Instagramable

BARISTA : Tetap mengikuti protokol kesehatan, barista Deja Brew mengenakan masker saat membuat kopi. FOTO

Read More...

Mobile Sliding Menu