AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK AKAN SEGERA DIBANGUN : Pekerja beraktifitas di proyek pembangunan Alun-Alun Kota Depok, Kecamatan Cilodong, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKAN SEGERA DIBANGUN : Pekerja beraktifitas di proyek pembangunan Alun-Alun Kota Depok, Kecamatan Cilodong, kemarin.

DEPOK – Pembangunan alun-alun Kota Depok di kawasan Grand Depok City (GDC), Kecamatan Cilodong tahapan pertama mulai digarap, kemarin. Ditarget sampai akhir tahun pembangunan yang menelan biaya ABPD Rp32.679.281.000 bisa rampung.

“Insya Allah selesai. Sudah mulai dilakukan pada awal September ini,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Depok, Dudi Miraz, kepada Harian Radar Depok, Selasa (4/9).

Ia menjelaskan, pembangunan alun-alun Depok merupakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021. RPJMD ini jelas dia, adalah janji Walikota dan Wakil Walikota Depok saat kampanye.

Pemkot Depok menganggarkan Rp90 miliar untuk pembangunan alun-alun Depok di lahan dekat Grand Depok City (GDC). Luas lahan untuk pembangunan itu mencapai 3,7 hektar. “Anggarannya kurang lebih Rp90 miliar memakai dana APBD, ini masih perhitungan kasar, detailnya masih dihitungkan,” kata dia.

Pembangunan ini akan dibagi dalam dua tahap. Pertama, diawali dengan perataan lahan, penataan ruangan yang ada, serta merapikan lahan yang kini masih kosong, setelah itu, pembangunan fisik.

“Tahun 2018 ini ada pekerjaan perencanaan dan pekerjaan fisiknya kurang lebih 1/3 dari total pekerjaan fisik yang ada. Di tahun 2019 penyelesaian sisa fisik pekerjaannya,” ucap dia.

Nantinya, alun-alun Depok ini berkonsep ruang terbuka hijau (RTH) dan dilengkapi sentra usaha mikro, jogging track, taman baca, kantin, rumah ibadah, dan sejumlah sarana olahraga yang bisa digunakan untuk umum. “Karena konsepnya terpadu, jadi bukan hanya ruang terbuka hijau. Tapi, ruang publik yang ramah anak dan lansia juga,” ucap dia.

Dudi mengatakan, tahun 2019 nantinya alun-alun ini ditambahkan pendopo untuk warga sekitar. Desain alun-alun ini dipilih dari hasi sayembara desain berbagai perusahaan. “Desain kemarin dari sayembara. Hasil sayembara Di ditailkan/direncanakan oleh konsultan PT Bina Karya,” kata dia.

Tidak hanya sekedar alun-alun, nantinya di alun-alun ini ada fasilitas lain untuk menunjang kegiatan masyarakat, dan juga perekonomian.

“Nantinya di alun-alun ini ada ruang terbuka hijau, ada sarana dan prasarana para komunitas sepeda BMX, skateboard, jogging track, lapangan basket, dan lapangan futsal ,” tambahnya.

Terpisah, Humas PT. Merdeka Inti Persada selaku pengembang pembangunan Alun-alun Depok, Firman mengaku, baru melakukan pengarapan pembangunan alun-alun Depok tahap pertama dimulai pada dua hari lalu.

“Pembangunan ini dua tahapan. Tahapan pertama pihak kami dipercayai untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Kami diberikan waktu selama 120 hari,” kata Firman.

Tahap pertama ini pihaknya mengarap lahan kurang lebih 1,8 hektar.

Sampai saat ini kata dia, pekerjaan di lapangan sedang mengerjakan pembersihan lokasi, pemagaran dan pembuatan direksikeet.

“Sarana yang akan dikerjakan pada tahap satu adalah wall climbing, skate park, BMX park, gym outdoor, lapangan basket dan lapangan futsal,” tutup dia. (irw)