SANI/RADAR DEPOK DIKLAT: Para guru madrasah jenjang RA-MA se-Kota Depok mengikuti kegiatan workshop pengembangan inovasi dalam membuat media pembelajaran berbasis IT, 3-4 September 2018.
SANI/RADAR DEPOK
DIKLAT: Para guru madrasah jenjang RA-MA se-Kota Depok mengikuti kegiatan workshop pengembangan inovasi dalam membuat media pembelajaran berbasis IT, 3-4 September 2018.

DEPOK – Pengurus Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Depok tak henti memberikan pelatihan kepada para guru. Kali ini, organisasi dibawah naungan Kementerian Agama tersebut mengadakan Workshop Pengembangan Inovasi dalam membuat media pembelajaran berbasis IT, 3-4 September 2018.

Ketua PGM Kota Depok, Indra Karmawan menerangkan, workshop ini merupakan lanjutan dari diklat Teknis Substantif Penelitian Tindak Kelas (PTK) yang diadakan sebelumnya pada 3-8 Agustus 2018 di MTs Al Kautsar Depok.

“Kegiatan ini sama-sama untuk meningkatkan kompetensi para guru, bedanya workshop ini lebih berfokus pada peningkatan kemampuan IT untuk media pembelajaran kepada siswa di kelas,” katanya kepada Radar Depok, kemarin.

Bertempat di Gedung Telor Indo Hall, Jalan Abdul Wahab, Kelurahan/Kecamatan Sawangan. Workshop tersebut di ikuti sebanyak 100 guru jenjang Raudhatul Athfal (RA) sampai Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Depok.

Menurut Indra, penyampaian materi ajar menggunakan IT lebih cepat diterima oleh siswa dibanding metode ceramah atau satu arah. Karena masih banyaknya guru yang belum ‘melek’ teknologi, membuat PGM terus membenahi kelemahan tersebut guna menciptakan guru madrasah hebat bermartabat.

“Minimal mereka (guru) dapat tergugah hatinya untuk belajar IT. Karena sebagai tenaga pendidik kita harus lebih unggul jauh diatas siswa yang notabenenya adalah anak-anak milenial. Serta dengan IT pula mempermudah tercapainya tujuan pembelaran,” ujar Indra.

Sementara itu, Pemateri dari Pusat Penialain Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Sri Sulastri menjelaskan, penggunaan IT bukan hanya melalui komputer (laptop) tetapi bisa lewat Handphone. Dia mengajak para guru untuk tidak menghindari IT, karena tanpa teknologi akan jauh tertinggal dari segala sisi.

“Kita akan menghadapi era industri 4.0, jadi dari sekarang harus dipersiapkan dan diajarkan para guru untuk memanfaatkan teknologi yang ada. Minimal menyampaikan materi dengan Ms. Power Point ke siswa,” tutup Sri. (san)