RICKY/RADAR DEPOK BANTUAN : Ketua PMI Kota Depok, Dudi Miraz saat menyerahkan bantuan secara simbolis untuk gempa di Lombok di sela-sela orientasi Kepalangmerahan bagi Pengurus Kota dan Kecamatan PMI se-Kota Depok di Markas PMI Kota Depok, Kelurahan Kalibaru, Cilodong.
RICKY/RADAR DEPOK
BANTUAN : Ketua PMI Kota Depok, Dudi Miraz saat menyerahkan bantuan secara simbolis untuk gempa di Lombok di sela-sela orientasi Kepalangmerahan bagi Pengurus Kota dan Kecamatan PMI se-Kota Depok di Markas PMI Kota Depok, Kelurahan Kalibaru, Cilodong.

DEPOK – Pasca pelantikan pengurus PMI kecamatan se-Kota Depok. PMI Kota Depok langsung tancap gas dengan menggelar orientasi Kepalangmerahan bagi Pengurus Kota dan Kecamatan se-Depok, di Markas PMI Depok, Kelurahan Kalibaru, Cilodong.

PMI Kota Depok akan mewujudkan tiga pilar, yakni pengurus, karyawan dan sukarelawan. Ketiganya sumberdaya yang harus dikelola dengan baik, saling bahu membahu untuk mewujudkan visi PMI, yaitu mewujudkan organisasi yang berkarakter.

Karenannya, PMI Kota Depok terus melakukan upgrade terhadap pengurus maupun karyawannya. Salah satunya dengan mengadakan  orientasi Kepalangmerahan bagi Pengurus Kota dan Kecamatan PMI se-Kota Depok yang baru saja dilaksanakan di markas mereka.

Ketua PMI Kota Depok, Dudi Miraz mengatakan, kegiatan orientasi kepalangmerahan ini merupakan rencana kerja yang wajid dilaksanakan setelah terbentuknya suatu kepengurusan di berbagai tingkatan PMI, termasuk untuk pengurus kecamatan.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari. Pengurus PMI kecamatan se-Kota Depok mendapatkan materi tentang kepalangmerahan, UU Kepalangmerahan, , AD/ART 2018, giat bulan dana dan kemarkasan,” tutur Dudi kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dia melanjutkan, pengurus PMI harus mengenal diseminasi kepalangmerahan yang dilakukan PMI sebaiknya ditingkatkan, karena sebagian masyarakat belum paham tentang PMI. Sebab, sebagian masyarakat masih beranggapan merupakan bagian dari pemerintah, bagian dari PBB dan ada juga yang beranggapan bahwa PMI merupakan bagian dari partai atau agama tertentu. Selain itu, sebagian masyarakat masih beranggapan tugas PMI berkaitan dengan donor darah saja dan jual beli darah.

Pentingnya orientasi menjelaskan bahwa penyebarluasan informasi berkaitan dengan kegiatan PMI merupakan tugas bersama, sebagai warga PMI tidak hanya tentang tugas palang merah saja, seperti donor darah dan pertolongan pertama, tetapi juga terkait dengan hukum kemanusiaan internasional dan tentang informasi bencana serta harapan.

Untuk itu, Dudi Berharap, dengan bekal orientasi kepalangmerahan ini, pengurus kecamatan dapat membuat kegiatan yang berdasar sesuai dengan 7 prinsip gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional.

“Saya juga berharap agar makin mendekatkan PMI dengan masyarakat,” ucap Dudi. (cky)