REGI/RADAR DEPOK PENCEGAHAN: Puskesmas Ratujaya lakukan Vaksin MR ke sejumlah anak Sekolah Dasar.
REGI/RADAR DEPOK
PENCEGAHAN: Puskesmas Ratujaya lakukan Vaksin MR ke sejumlah anak Sekolah Dasar.

DEPOK – Puskesmas Ratujaya mendatangi siswa-siswa Sekolah Dasar (SD) untuk melakukan Imunisasi Measles Rubella (MR). Program  tahunan tersebut dilaksanakan dengan sistem jemput bola. Sistem yang dimaksud, pihak puskesmas lakukan imunisasi MR dengan mendatangi ke sekolah-sekolah dasar. Salah satunya SDN Ratujaya 2, kemarin.

Sebanyak kurang lebih 80 siswa SDN Ratujaya 2, yang mendapat vaksin. Siswa tersebut terbagi menjadi tiga kelas. Siswa kelas I A, B, dan C.

“Kita yang datang ke sekolah-sekolah, untuk lakukan suntik Imunisasi MR,” kata Dokter Puskesmas Ratujaya, Indah kepada Radar Depok, kemarin.

Menurut Indah, penyuntikan Imunisasi MR hanya diberikan ke siswa kelas I. Pemberian Imunisasi MR, kata dia, untuk mencegah berbagai penyakit menyerang ke tubuh anak.

“Mencegah, ketika ada virus (penyakit) yang menyebar. Tubuh anak tidak secara langsung menyerap virus tersebut. Memberikan daya tahan tubuh anak terhadap virus-virus,” tuturnya

Di bulan September 2018, Puskesmas Ratujaya melakukan suntik Imunisasi MR di 18 SD di sekitaran puskesmas.

“Target kita sekitar 18 Sekolahan yang berada diwilayah kerja kita,” kata Indah.

Pada kegiatan tersebut, pihak puskesmas Ratujaya pun menegaskan, bagi siswa yang tidak hadir pada pelaksanaan suntik imunisasi MR. pihaknya akan mendatangi rumah siswa yang tidak hadir tersebut.

“Kalau pun di rumah tidak hadir. Terpaksa kita beri surat rujukan untuk dilakukan suntik imunisasi ke puskesmas terdekat,” pesan Indah

Selain itu, Kepala sekolah SDN Ratujaya 2, Maruddin mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya pemberian vaksin kesehan kepada siswa. Begitu pun, kata dia, siswa akan terjaga kesehatannya.

“Merasa terbantu. Apa lagi untuk kesehatan anak. Saat ini kan banyak pedagang yang menjual jajanan anak, tanpa kita ketahui baik atau tidak bahan-bahan yang digunakan. Dengan vaksin, kemungkinan tubuh anak mendapat bantuan daya tahan,” pungkasnya. (cr1)