Saat Halaqoh Alim Ulama Qotrun Nada, Meneguhkan Kembali Peran Ulama, Harus Terjun ke Masyarakat

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
SILATURAHMI: Sejumlah ulama dan habib saat menghadiri Halaqoh Alim Ulama Qotrun Nada di Ponpes Qotrun Nada, Kecamatan Cipayung.

Saat Halaqon ulama Qotrun Nada di Pondok Pesantren Qotrun Nada Kecamatan Cipayung, dihadiri sejumlah ulama dan habib. Banyak pemikirian dan pembahasan mereka dalam agenda tersebut, apa saja pembahasannya?

Laporan : Ricky Juliansyah

Gempuran arus informasi baik melalui media cetak, elektronik, sosial media telah  menjadi ancaman yang bisa melunturkan nilai-nilai moral dan tradisi. Ulama memiliki peran vital dalam pembentukan karakter dan ilmu agama.

Pengasuh Pondok Pesantren Qotrunnada KH. Burhanuddin Marzuki seusai acara Halaqoh Alim Ulama menuturkan, saat ini yang diperlukan adalah sosok Ulama panutan dengan keteladanan dan keilmuannya.

“Saat ini masyarakat sudah pada pintar. Karena dengan kecanggihan teknologi, semua bisa dicari diketahui dengan cara cepat. Untuk itu, Ulama sangat dibutuhkan masyarakat dalam membimbing umat menuju kebahagiaan dunia akhirat,”ujarnya.

Menurutnya, kondisi masyarakat saat ini ingin mencari sesuatu dengan cepat dan instan. Hal serupa juga pada pencarian ilmu agama, banyak yang ingin mendapatkannya secara cepat tanpa melalui tatap muka seorang guru.

“Kita ini menghadapi umat yang pintar, karena zamannya yang serba canggih dan pintar. Dengan adanya teknologi, apalagi dengan adanya Handphone pintar semua bisa dicari dan ditemukan jawabannya dengan cepat. Ibaratnya, semua bisa dicari melalui google tapi perkara benar atau salah tidak mengerti,” terang mantan Ketua PC NU Kota Depok ini.

Ia menambahkan, dalam menuntut ilmu atau transfer of knowledge diperlukan adanya tatap muka antara seorang guru dan murid. Terlebib lagi, lanjutnya, Ulama memiliki peran di masyarakat, yaitu sebagai suri tauladan, berakhlak mulia, menjaga sifat wara’ dan lainnya.

“Saat ini seakan menjadi trend, kalau Ulama itu harus terkenal dan akan banyak pengikutnya. Sebenarnya, tidak perlu dipublikasikan orang akan ikut dengan sendirinya. Karena dimulai dengan akhlak, konkrit dan perhatian pada umat. Apalagi, kondisi sekarang ini kalau kita mengajar murid bisa lebih pintar karena adanya smart phone,” jelasnya.

Burhan mengungkapkan, dengan keilmuan dan kemampuan yang dimiliki tidak hanya cukup berdiam di tempat saja. Namun, lanjutnya, seorang Ulama juga terjun langsung ke masyarakat dan dakwah bil hal (dakwah langsung-red). “Dari Halaqah Alim Ulama di Ponpes Qotrunnada ini sebagai refleksi dalam meneguhkan kembali peran Ulama di masyarakat. Salah satu tugas Ulama adalah bagaimana bisa berdakwah di masyarakat dengan tetap menghargai kearifan lokal, membimbing, dan memberdayakan umat. Sama halnya dengan keberadaan Pesantren juga turut serta membimbing dan menyejahterakan lingkungan sekitar ,” harapnya.

Habib Abu Bakar mengungkapkan sejak kecil masyarakat diajar oleh Ulama dengan menghargai kearifan local, diantaranya ziarah kubur, tahlil, yasinan, maulidan, dan lainnya. Menurutnya, tradisi yang baik tersebut jangan sampai terkikis oleh zaman dan kelompok yang sengaja menghapus itu semua.

“Kita ini sudah di didik sejak kecil untuk mengenal Ulama oleh orang tua. Maka jangan sampai kebudayaan dan kearifan lokal yang biasa kita lakukan ini hilang. Teruslah jaga tradisi warga NU dan jangan sampai kita terprovokasi oleh Wahabi,” paparnya.

Sementara, Abuya Muhtadhi bin Abuya Dimiyathi Cidahu juga mengajak agar para Ulama bersatu padu menjaga keutuhan NKRI. Meski begitu, dirinya juga merasa prihatin dengan kondisi generasi saat ini dalam pengaruh negatif. “Mari kita jaga persatuan dan keutuhan NKRI. Waspadai generasi muda saat ini yang terkena pengaruh miras, narkoba dan lainnya. Agar tetap menjadi generasi yang baik dan turut serta membangun bangsa,” tandasnya.

Selain para kiyai dan habaib, Halaqoh juga dihadiri pengurus NU, Kepala Kanwil Kemenag Jabar dan lainnya. (*)

 

You may also read!

walikota depok pakai masker CFD

Ini Penjelasan Walikota Depok Bisa Negatif, Meski Istrinya Positif Covid-19

Walikota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Berkaitan dengan Elly Farida yang terpapar virus Korona (Covid-19),

Read More...
alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...
kantor bawaslu depok ditutup

Ada yang Terkena Covid-19, Sekretariat Bawaslu Depok Tutup

TUTUP : Penampakan Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 RT03/13

Read More...

Mobile Sliding Menu