AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK PEMBANGUNAN TOD PONDOK CINA : Suasana pembangunan proyek TOD Pondok Cina, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji yang sampai ini masih dikebut penyelesaiannya, Selasa (25/9).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PEMBANGUNAN TOD PONDOK CINA : Suasana pembangunan proyek TOD Pondok Cina, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji yang sampai ini masih dikebut penyelesaiannya, Selasa (25/9).

DEPOK – Sebelum nasi menjadi bubur, baiknya Pemkot Depok yang punya otonomi bergerak cepat. Kemarin, warga RT1/8, Kelurahan Pondok Cina (Pocin), Beji dirugikan dengan adanya pembangunan Transit Oriented Development (TOD). Lingkungan sekitar menjadi banjir. Parahnya lagi, pembangunan yang digarap pemerintah pusat tersebut ditengarai belum mengatongi izin.

Setiap hari, Nurimah mengaku, selalu was-was saat pembangunan TOD di Pondok Cina berjalan. Pengerjaan proyek berlangsung, Nurimah, yang tinggal dengan anak, menantu, dan cucunya yang baru berusia dua minggu khawatir banjir lagi seperti Minggu (23/9).

“Kalau sedang ada pekerjaan, masang paku bumi misalnya, rumah saya bergetar kencang, kaya ada gempa,” ujar Nurimah, saat ditemui dirumahnya di RT1/8, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji berdampingan langsung dengan proyek TOD.

Jika pembanguan berlangsung, prempuan berusia 68 tahun ini  selalu keluar rumah, karena getaran akibat proyek. “Kalau bergetar kencang sekali, saya sampai keluar rumah kalau salat, takut rumah saya rubuh,” ujar Nurimah.

Ditambah lagi saat hujan turun, rumah Nurimah juga kebanjiran. Itu dikarenakan saluran air yang sebelumnya dipergunakan warga RW8 Kelurahan Pondok Cina, masuk ke dalam proyek TOD, dan ditimbun material proyek.

Menurutnya, genangan air yang terjadi karena debit besar, sehingga meluap sampai ke pemukiman. Akibatnya, air hujan tak bisa mengalir dan menggenangi rumah dan jalan di RT1/8, Kelurahan Pondok Cina, Beji, Minggu (23/9) sore.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengaduan DPMPTSP, Ahmad Oting mengaku, pihaknya belum menerima keluhan dari warga terkait gangguan yang terjadi di Pondok Cina.

Memang sebaiknya pembangunan apapun yang ada di Kota Depok jangan sampai mengganggu lingkungan, apalagi sampai membahayakan warga. “Masyarakat jangan sampai terganggu dengan dampak pembangunan,” singkat Ahmad Oting.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Mamun Abdullah menegaskan, pengerjaan TOD di Kelurahan Pondok Cina, Beji belum berizin. Tidak ada koordinasi sebelumnya saat membangun proyek transportasi di Kota Depok. “Belum ada izinnya itu,” kata Mamun.

Dia mengatakan, seharusnya pihak kontraktor mengantisipasi akibat-akibat yang bakal ditimbulkan dari pelaksanaan proyek tersebut. Sehingga tidak merugikan masyarakat. Pasalnya, akibat yang ditimbulkan dapat merugikan masyarakat, terlebih sampai mengganggu warga dengan menutup aliran air warga. “Kontraktor harus bertanggungjawab,” tegas Mamun.(rub)