Sepuluh Malam Gelap-gelapan

In Metropolis
IST FOR RADARDEPOK
AKSI NYALAKAN LILIN: Warga RT5/8 Kelurahan Depok, Pancoranmas, gelar aksi damai nyalakan 1.000 lilin di lingkungan Aruba Residence, setelah developer memutus aliran listrik ke rumah warga.

DEPOK – Sudah sebelas hari rumah Bondan yang tinggal di Blok A6 dan enam kepala keluarga lain di Perumahan Aruba Residence tidak dialiri listrik. Sikap arogan yang dilakukan developer dibalas dengan aksi seribu lilin yang dilakukan warga.

Marah, jengkel, dan kecewa, dirasakan warga karena secara bertubi-tubi kesewenang-wenangan dilakukan developer Aruba Residence di Jalan Pemuda, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. Melawan aksi nekat developer Aruba Residence mencabut aliran listrik yang termasuk hak asasi warga dilawan dengan membuat aksi seribu lilin di yang dilakukan di lingkungan Aruba Residence, Sabtu (22/9).

Sambil menggelar aksi damai dengan membakar lilin sambil berorasi lengkap dengan poster yang berisi kecaman.

Sementara itu, kuasa hukum warga Aruba Residence, Wahyu Hargono mengatakan ingin memperkarakan masalah tersebut ke jalur hukum. Sebelumya, pihaknya juga sudah melaporkan hal tersebut ke Polresta Depok.

Selain itu, pihaknya juga mengaku akan mensomasi pengelola Aruba Residence menurutnya kliennya warga Aruba Residence sudah tinggal sejak tanggal 14 April 2013 lalu. “Kami akan melakukan somasi ke Pengelola Aruba Residence, karena developer sudah memutus aliran listrik secara sepihak,” kata Wahyu kepada Radar Depok.

Menurutnya Developer membuat suasana menjadi semakin buruk dengan melakukan tindakan sewenang-wenang yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana yaitu pengrusakan jaringan listrik milik warga Aruba Residence yang mengakibatkan putusnya aliran listrik ke tujuh rumah warga. “Kami menyayangkan sikap developer dengan merusak jaringan listrik,” kata Wahyu.

Developer juga dianggap mengabaikan Hak Hukum dan Hak Asasi warga Aruba Residence yang pada hakikatnya adalah konsumen, dimana negara jelas melindungi Hak Hukum seorang Konsumen berdasarkan Undang-Undang Perlindingan Konsumen dan Kitab Undang Undang Hukum Pidana dan Perdata.

Diberitakan sebelumnya, tujuh rumah mewah di RT5/8 Kelurahan Depok, Pancoranmas itu tidak dialiri listrik. Alhasil, penghuni mesti menumpang listrik dengan tetangga. Ketua RT5/8, Kelurahan Depok, Bondan mengatakan, ada tujuh rumah yang aliran listriknya diputus secara sepihak. Antara lain di rumah blok A6, A25, B1, B2, C32, B16, dan C53. “Sudah sembilan hari ini listrik di tujuh rumah di Aruba Residence diputus sepihak, termasuk rumah saya,” kata Bondan kepada Harian Radar Depok.

Dia juga mengatakan, sudah mengadukan hal tersebut ke PLN Kota Depok. Namun, PLN belum bisa memberikan solusi untuk kembali mengaliri listrik ke tujuh rumah yang telah diputus. Pemutusan listrik ini dengan cara merusak jaringan listrik, dan mengunci panel listrik yang diklaim milik pengembang menggunakan gembok.

“Kami sudah mengadukan ke PLN, tapi ternyata mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena alasannya, meteran listrik yang kerumah merupakan aset milik Aruba residence. Jadi meterannya di gembok, kalau dirusak PLN bisa dipidanakan,” beber Bondan.

Pihak PLN menyarankan, untuk dibuatkan laporan pengaduan ke Polres Depok. Itu agar dapat ditindaklanjuti. Hingga hari ini (kemarin), petugas PLN belum berhasil menyelesaikan permasalahan listrik warga perumahan Aruba Residence yang diputus pengembang.

“Padahal saya bayar listrik dan mendaftarkan listrik dengan nama pribadi, tapi kenapa PLN tidak bisa bertindak,” ujar Bondan.

Pihaknya juga mengaku, sudah melaporkan hal tersebut ke Polresta Depok, dan masih menunggu pemeriksaan dari Polresta Depok. “Kami juga sudah laporkan ke Polresta Depok, tapi masih dalam proses pemeriksaan,” kata Bondan.

Meski aliran listrik diputus, warga tetap tinggal di rumah mereka masing-masing. “Kami tapi tetap tinggal di rumah kami masing-masing. Sementara kami meminta aliran listrik dari tetangga kami,” ujar Bondan.

Motif yang melatar belakangi kejadian tersebut, developer merasa semua fasilitas masih memiliki hak pengelolaan. Sementara, warga yang menginginkan swakelola disebabkan wanprestasi pengelola terhadap fasilitas yang dijanjikan. Hasilnya warga merasa sudah waktunya developer menyerahkan kepada pemkot Depok, agar segera dapat di swakelola oleh masyarakat.

Ditambah lagi, kenaikan sepihak terhadap pungutan yang disebut sebagai iuran pengelolaan lingkungan. Pengembang membuat warga semakin gerah. Sebelumnya, Developer Aruba Residence dinilai sudah arogan. Keladinya, penghuni dipaksa harus membayar kebersihan Rp700.000 sebulan. Akibat sikap sepihak itu, penghuni mengadukan permasalahan  pengelolaan lingkungan ke Pemkot Depok.

Salah satu penghuni Aruba Residence, Andreas mengatakan, warga memang sudah beberapakali terlibat konflik terkait pengelolaan lingkungan. Awalnya, konflik dimulai sejak Juli 2018, saat itu petugas sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, dilarang masuk komplek untuk mengambil sampah.

“Petugas sampah tidak boleh masuk, jadi sampah berserakan di sepanjang komplek,” kata Andreas kepada Harian Radar Depok.

Hal tersebut menurutnya, bermula saat developer Aruba Residence menaikan harga Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL). Sebelumnya IPL hanya Rp200 ribu perbulan, tapi tiba-tiba secara sepihak developer Aruba Residence menaikan harga tanpa persetujuan warga menjadi Rp700 ribu perbulan.

Bahkan, Rabu (25/7) pihak developer melalui para pekerja sengaja membuang sampah ke depan rumah ketua RT05/08. “Pihak developer dengan sengaja membuang sampah di depan rumah Pak Rt, dan itu terekan di kamera CCTV milik warga,” jelas Andreas.

Sementara pada perjanjian sebelumnya, warga membeli rumah di Aruba Residence berikut prasarana, sarana dan utilitas. Tapi yang terjadi adalah pembatasan hak warga untuk menikmati lingkungan Aruba.

Warga juga sudah mendatangi kantor Walikota Depok, untuk mengadukan permasalahan tersebut, warga diterima Inspektur Pembantu Wilayah II, Adhy Parayudha. “Kami telah mengadukan ke pemkot, tinggal menunggu jawaban pemkot,” jelas Andreas.(rub)

You may also read!

humaira juara medali

Humaira Az Zahra Bergelimang Prestasi

MENANG : Salah Satu Atlet Karate Putri Terbaik Kota Depok, Humaira Az Zahra saat memenangkan

Read More...
korona virus sampel ilustrasi

Waspada, Sehari Depok Tambah 61 Positif dan 1 Meninggal

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Masyarakat Kota Depok harus waspada dan jangan menyepelekan penyebaran Covid-19 di Kota

Read More...
SDN Tanah Baru 2 teknologi

SDN Tanah Baru 2 Siapkan E-Gredu

INOVASI : Kepala SDN Tanah Baru 2 menerima foam kerjasama dengan E-Gredu untuk digunakan dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu