FOTO: Supartono, Pengamat Sepakbola Nasional
 Drs. Supartono, M.Pd, Pengamat Sepakbola Nasional

Oleh: Drs. Supartono, M.Pd*)

Bila kita menyaksikan para penggawa muda Timnas Indonesia asuhan Fakhri Husaini  berhasil meraih tropi juara Piala AFF U-16 tahun 2018, masih terbayang di mata, saat para pemain tersebut berjibaku meladeni pemain-pemain SSB Sukmajaya dalam ajang kompetisi Liga TopSkor U-16 dengan membela SSB masing-masing.

Tidak dipungkiri, melalui kawah candradimuka bernama kompetisi bergengsi Liga TopSkor Indonesia (LTSI) yang telah diputar di delapan Kota Indonesia (8 zona), lahirlah pemain-pemain muda harapan bangsa. Tempaan kompetisi panjang yang menguji intelegensi, personaliti, teknik, dan speed pemain, kendati LTSI adalah kompetisi yang dihelat pihak swasta, namun jebolan kompetisi ini telah menggaransi lahirnya pemain nasional yang hebat dan mumpuni dan kini siap berlaga di putaran final Piala Asia U-16 2018 Malaysia.

Penggawa SSB Sukmajaya bersiap

Bersyukur sekali, bahwa saat Timnas U-16 berhasil meraih jawara, proses lahirnya para pemain timnas turut dirasakan oleh seluruh awak SSB Sukmajaya, baik pengurus, pelatih, orangtua, dan pemain.

Begitupun musim kompetisi LTSI 2018/2019. Kini, di Lapangan 328/Lapangan Tembak 100/Lapangan Tembak 300 Kostrad Cilodong Depok, setiap hari Rabu sore, Jumat sore, dan Minggu pagi, para penggawa muda SSB Sukmajaya siap kembali berandil di LTSI.

Bila para pemain SSB Sukmajaya U-8. U-10, dan U-12 berjibaku dalam kompetisi Indonesia Junior Soccer Leauge (IJSL) di Sentul City Bogor, Tak tanggung-tanggung, tiga kelompok umurpun (kelompok U-13, U-15, dan U-17) akan berlaga dalam kompetisi LTSI di 2018/2019.

Tahun ini, Tim U-13 SSB Sukmajaya menginjak tahun keempat bertahan di Divisi Utama LTSI. Sementara untuk tim U-17, kompetisi 2018/2019 adalah musim ketiganya.

Perjuangan tim U-13 dan U-17 bertahan di Divisi Utama adalah pekerjaan yang tidak semudah membalik telapak tangan. Sebab, kompetisi LTSI, tak ubahnya bak kompetisi Liga 1 maupun Liga 2 Indonesia, yang menggunakan sistem kompetisi penuh dengan lawan-lawan SSB terkemuka dari Provinsi DKI, Banten, dan Jabar untuk zona Jakarta.

SSB Sukmajaya yang menurunkan hampir seluruh pemain hasil pembinaannya, plus beberapa pemain dari SSB lain di wilayah Depok dan sekitarnya hasil seleksi, selalu dapat mengimbangi lawan-lawannya, kendati pemain dari SSB lawan adalah pemain-pemain pilihan dan bukan hasil dari binaan SSB bersangkutan.

Atas dasar kebersamaan dan kekeluargaan, seluruh pemain yang tergabung dalam tim SSB Sukmajaya terikat oleh Surat Pernyataan OrangTua dan menaati peraturan tim, maka SSB Sukmajaya tetap dapat bertahan di Divisi Utama.

Bila kelompok U-13 dan U-17 bertahan di Divisi Utama karena jerih payah kakak-kakaknya yang berjuang bertahan dan tidak terdegradasi, kini kategori U-15 akan dapat merasakan ketatnya kompetisi LTSI U-15 dari jerih payah konsistensi dan sikap tanggungjawab SSB Sukmajaya dalam berkompetisi di LTSI. Nama lainnya, tim U-15 dapat langsung masuk Divisi Utama LTSI U-15 karena keberadaan dan kedudukan SSB Sukmajaya yang telah diberikan kepercayaan oleh LTSI.

Kota Depok ada wakil di LTSI

Untuk itu, melalui artikel ini, sebelum LTSI musim kompetisi 2018/2019 bergulir, saya ingin memberikan kabar kepada seluruh masyarakat Kota Depok, bahwa di kompetisi bergengsi LTSI, Kota Depok ada wakilnya, yaitu SSB Sukmajaya!

Selama empat musim kompetisi, Pengurus dan para Orang Tua telah menyisihkan tenaga, pikiran, dan uang, digelontorkan demi SSB Sukmajaya bertahan di kompetisi swasta U-13, U-15, dan U-17 yang hanya ada satu-satunya di Indonesia.

Kendati, SSB Sukmajaya membina pemain di semua kelompok umur, untuk kompetisi paling bergengsi ini, SSB Sukmajaya juga memberikan kesempatan kepada siswa dari SSB lain turut bergelut di LTSI melalui prosedur yang benar.

Seluruh peserta kompetisi LTSI telah sangat mahfum bahwa SSB Sukmajaya itu ada di Depok. Namun, hingga menjelang bergulirnya LTSI musim kompetisi 2018/2019, para orang tua di SSB Sukmajaya sering bertanya. “Apakah para pemimpin Kota Depok mengetahui ada SSB dari Kota Depok yang turut menjadi peserta kompetisi LTSI?”

Faktanya, pertanyaan para orang tua, hanyalah menjadi semacam pertanyaan retoris. Karena para orang tua akhirnya dapat menjawab pertanyaan mereka sendiri. Jadi, mereka tetap konsisten peduli pada SSB Sukmajaya yang kini sudah berusia 20 tahun sejak awal dibuka 18 Agustus 1998, dan resmi lahir 16 Mei 1999, setelah setahun melakukan proses pembinaan dan pelatihan. Stadion Kostrad Cilodong adalah saksi hidup bahwa Kota Depok ada wakil di LTSI.

Kompetisi LTSI U-13 akan bergulir atau kick off pada 23 September 2018. Rangkaian persiapannya, Selasa, 11 September 2018 adalah screening pemain. Sesuai jadwal latihan SSB Sukmajaya, maka tim U-13 tinggal memiliki waktu penentuan pemain pada Jumat sore (7/9) atau Minggu pagi (9/9).

 

Meski tim U-13 LTSI SSB Sukmajaya telah terbentuk, SSB Sukmajaya akan tetap memberikan kesempatan kepada pemain-pemain terbaik yang memenuhi kriteria, dan artinya, pemain yang ada akan tergeser. Bila ada pemain-pemain dari SSB di Depok dan sekitarnya kelahiran tahun 2005, yang ingin merasakan berjibaku dalam kompetisi Divisi Utama Liga Topskor U-13 dan bergabung dengan SSB Sukmajaya, silakan mencoba peruntungan dengan ikut seleksi yang hanya tersisa waktu hari Jumat sore dan Minggu pagi.

Setali tiga uang seperti tim U-13, Tim U-15 dan U-17 LTSI SSB Sukmajaya juga telah terbentuk. Namun, bagi pemain kelahiran tahun 2004, 2003, 2002, dan 2001, yang juga ingin bergabung dan meraih tempat berjersey SSB Sukmajaya, masih ada waktu hingga pertengahan September, bila ingin menjadi bagian dari tim U-15 (2004) dan tim U-17 (2003, 2002, 2001) SSB Sukmajaya dalam kompetisi LTSI 2018/2019. LTSI U-15 dan U-17 akan bergulir awal Oktober 2018.

Tanpa sponsor

Bila dalam dua musim kompetisi sebelumnya, ada logo sebuah perusahaan menempel di jersey SSB Sukmajaya, dan sponsor tersebut turut meringankan beban dengan membantu penyedian jersey tim, maka di musim kompetisi 2018/2019, belum ada sponsor yang menyatakan kesedian mendukung meringankan beban SSB Sukamajaya dalam keterlibatannya dalam kompetisi LTSI.

Padahal SSB Sukmajaya akan turun dalam tiga kelas Divisi Utama (U-13, U-15, dan U-17), dan kompetisi LTSI terakses secara nasional dan internasional karena terpublikasi melalui media cetak dan online.

Semoga, perjuangan SSB Sukmajaya dengan para pengurusnya, para orang tua, para pelatih, hingga pemain, yang tak mengenal lelah dan senantiasa rela berkorban demi tim, akan tetap membawa tiga kelas SSB Sukmajaya tetap bertahan di Divisi Utama musim kompetisi 2019/2020.

Semoga ada pemain-pemain dari SSB Sukmajaya yang terpilih masuk timnas, seperti halnya awal timnas U-16 peraih Juara Piala AFF U-16 2018, memanggil 55 pemain. Satu pemain SSB Sukmajaya terpilih di antara 55 pemain nasional tersebut. Semoga. Selamat berjuang penggawa U-13, U-15, dan U-17 SSB Sukmajaya. Perjuangan kalian untuk diri sendiri, orang tua, SSB Sukmajaya, lingkungan, Kota Depok, dan Negara. Amin. (*)

*)Pengamat Sepakbola Nasional, Pengamat Pendidikan Nasional