AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK BERPACU DENGAN KENCANG : Pebalap bermanuver saat memacu kecepatan sepeda motornya pada Kejuaraan Terbuka Grasstrack Babinsa 2018 di kawasan Kecamatan Sukmajaya, Minggu (23/9).
yamaha-nmax
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BERPACU DENGAN KENCANG : Pebalap bermanuver saat memacu kecepatan sepeda motornya pada Kejuaraan Terbuka Grasstrack Babinsa 2018 di kawasan Kecamatan Sukmajaya, Minggu (23/9).

DEPOK – Dandim 0508 Kota Depok bekerjasama dengan pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta menggelar Kejuaraan motorcross bertajuk Kejuaraan Perebutan Piala Pangdam Jaya di Sirkuit Sub Garnisun Kota Kembang, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya pada 22-23 September 2018.

Pada kejuaraan tersebut, sebanyak 300 peserta dari sekitar pulau jawa, mengadu kemampuannya di empat kategori pertandingan. Yaitu, grasstrack, motocross, enduro dan adventure.

”Keempat kategori ini terbagi menjadi 20 kelas berdasarkan cc dan kelompok umur,” ujar Ketua pelaksana kejuaraan, Toni BP kepada Radar Depok di lokasi kejuaraan, Minggu (23/9).

Toni menjelaskan, peserta kejuaraan ini akan memperebutkan posisi juara 1-5 di setiap kelas pertandingan, posisi juara umum 1 sampai 3.

Baca Juga  Pordek Cup 2018: Gontory FC dan Naval FC Main Aman

”Dengan total hadiah ratusan juta rupiah. Ditambah 3 unit motor baru dan 1 unit mini motor untuk juara umum,” imbuhnya.

Toni menambahkan, kejuaraan ini dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober.

Menurut Toni, selain menyambut HUT ke-73 TNI, kejuaraaan ini bertujuan melakukan pembinaan dan pengembangan minat-bakat generasi muda di bidang olahraga motor.

”Dengan begitu, diharapkan mereka dapat mendulang prestasi lewat olahraga ini,” kata Toni.

Toni berharap, kejuaraan ini dapat menjalin hubungan kerja sama dan persahabtan di kalangan generasi muda dan masyarakat luas. Terutama dalam aspek berlalu lintas.

”Kami ingin mengajak generasi muda untuk dispilin dan bertanggung jawab dalam berlalu lintas. Paling tidak, mengurangi kenakalan remaja melakukan balap liar di jalan yang kerap menghawatirkan masyarakat,” pungkasnya. (mg2)

Baca Juga  Kejagung Sebut Dua Berkas Perkara Sambo Bisa Disatukan