AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK JPO MASIH KURANG : Pejalan kaki saat melintas di salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Margonda Raya.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
JPO MASIH KURANG : Pejalan kaki saat melintas di salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Margonda Raya.

DEPOK – Menekan angka kecelakaan pejalan kaki di Jalan Margonda Depok. Pemkot Depok berencana membangun Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), berbentuk mini skywalk di tiga titik. Pembangunan skywalk salah salah satunya di gapura gerbang selamat datang Margonda Kota Depok.

“Kami buat skywalk seperti di Jakarta, tapi kalau di Depok mini skywalk saja. Ada tiga mini skywalk nantinya yang akan dibangun. Salah satunya ada di gapura yang bacaannya selamat datang Margonda,” beber Walikota Depok, Mohammad Idris, kepada Harian Radar Depok kemarin.

Idris mengatakan, ada usulan agar skywalk ini nantinya dilengkapi ruang-ruang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk masyarakat yang ingin berjualan. Mini skywalk itu akan dibangun pada 2020. “Kita bangun tahun 2020 mendatang karena kita anggarkan dananya di APBD 2020,” ulasnya Idris.

Untuk pembuatan skywalk dengan fasilitas ruang UMKM, Pemerintah Kota Depok membutuhkan dana lebih dari Rp 10 miliar. Oleh karenanya, selain dari APBD, dana pembangunan skywalk ini juga akan dibantu dari CSR. “Kita butuhkan dana lebih memang untuk pembuatan JPO ini, kebetulan ada perusahaan ingin memberikan CSR-nya untuk bangun JPO. Ya kebetulan bagus kan,” ucap Idris.

Nantinya, CSR untuk JPO ini akan diatur Sekertaris Daerah (Sekda) Depok, dan dibantu Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) untuk mengomunikasikan rencana anggaran biaya (RAB).

Sebelumnya, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor Kota Depok, Komisaris Sutomo mengatakan, kondisi kekurangan JPO itu memicu kerawanan kecelakaan terhadap pejalan kaki.

“Lima JPO di Margonda itu masih kurang,” kata Sutomo.

Sutomo menjelaskan, pada 2016 terjadi kecelakaan yang mengakibatkan seorang mahasiswa Universitas Indonesia meninggal.

Korban ditabrak sepeda motor ketika menyeberangi Jalan Margonda. UI pun menyurati Pemerintah Kota Depok, kemudian dibangunlah jembatan penyeberangan.

Menurut Sutomo, Jalan Margonda sepanjang 4,8 meter harus ditambah beberapa jembatan penyeberangan. “Butuh sekitar dua (JPO) lagi,” katanya.

Sutomo berpendapat, jalur penyeberangan yang paling efektif di Depok berupa jembatan, bukan zebra cross atau pelican crossing.

Dia mengusulkan tambahan jembatan ditempatkan di beberapa titik keramaian, antara lain Margonda Segmen 2, yakni perempatan Jalan Juanda sampai pertigaan Jalan Arif Rahman Hakim atau Simpang Ramanda. “Di segmen tersebut antara lain terdapat Depok Mall,” kata dia.(irw)