PEBRI/RADAR DEPOK VISITASI: Tim asesor dari Provinsi Jawa Barat datang ke SDN Anyelir 1 untuk menilai akreditasi sekolah tersebut.
PEBRI/RADAR DEPOK
VISITASI: Tim asesor dari Provinsi Jawa Barat datang ke SDN Anyelir 1 untuk menilai akreditasi sekolah tersebut.

DEPOK – Tim asesor dari Provinsi Jawa Barat datang ke SDN Anyelir 1 untuk menilai akreditasi sekolah. Dimana, sekarang ini SDN yang berlokasi di Jalan Nusantara, No.241, Kecamatan Pancoranmas ini, sudah memiliki akreditasi A dengan nilai 91, dan ditargetkan di tahun ini bisa meraih nilai 97.

Kepala SDN Anyelir 1, Sri Suparni mengatakan, sekolahnya terakhir diakreditasi pada tahun 2012, jadi seharusnya tahun kemarin sudah melakukan akreditasi. Namun, karena kehabisan kuota, maka baru bisa dilaksanakan di tahun ini. Bahkan, persiapan yang dilakukan pun terhitung mepet waktunya.

“Meskipun persiapannya sebentar, tetapi semua tetap berjalan dengan baik. Karena, semua berkas sudah tersusun rapih,” ucapnya.

Sri menjelaskan, SDN Anyelir 1 sudah menerapkan pola waktu pembelajaran selama lima hari, dan itu sudah dilaksanakan selama dua tahun. Tidak hanya itu saja, program dan yang menjadi fokus pihaknya yakni pembentukan karakter untuk siswanya. Tidak hanya sekedar bisa menghasilkan siswa yang berkualitas dari segi akademi saja, tetapi juga siswa yang berkualitas dalam banyal hal.

“Karakter tidak hanya sekedar tentang sikap dan sikap mereka, tetapi juga pada mental mereka. Oleh karena itu, kami juga memanfaatkan ekskul sebagai memaksimalkan potensi dan bakat siswa. Jadi, mereka mengarah pada hal-hal yang positif,” jelasnya.

Sementara itu, Tim Asesor, Masnah menuturkan, pihaknya hanya ingin mencocokan antara berkas dan data yang telah diserahkan dengan kenyataan di sekolahnya. Jadi, tidak untuk mencari kekurangan atau kelebihan dari sekolahan tersebut, itu yang disebut dengan visitasi.

“Kecerdasan intelektual tidak menjadi satu-satunya yang dibanggakan, tetapi kecerdasan emosional dan juga karakter yang berlandaskan pada keagamaan, juga sangat penting di pertumbuhan siswa. Jadi, ada pengimbangannya di sekolah tersebut,” katanya didampingi Tim Asesor lainnya, Dewi Suryamah. (peb)