Ulama se-Jabodetabek Ngumpul di Cilodong Depok

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
KUMPUL BARENG: Para ulama dan dai se-Jabodetabek berkumpul dalam Halaqah dan Sarasehan yang digelar di Pesantren Cendekia Amanah Kelurahan Kali Mulya, Kecamatan Cilodong, Depok, kemarin (23/9). Tampak hadir Walikota Depok Mohammad idris.

DEPOK – Ulama dan dai se-Jabodetabek berkumpul dalam Halaqah dan Sarasehan di Pesantren Cendekia Amanah, Kelurahan Kali Mulya Cilodong. Hadir Walikota Depok Mohammad Idris, Ketua Dewan Dakwah sekaligus Pembina Pesantren Cendekia Amanah Cholil Nafiz, serta para ulama lainnya.

Hal ini guna menjalin silaturahmi, dan mempersatukan ormas Islam, hingga sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah. Ormas yang diundang di antaranya, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, dan Front Pembela Islam.

“Kami undang semua ormas untuk silaturahim. Kami memperkenalkan diri, karena saat ini baru merintis pesantren di sini. Dan ingin menghubungkan program pemerintah bersama masyarakat,” kata Cholil kepada Radar Depok, kemarin (23/9).

Pihak pesantren juga menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Dahulu lembaga ini bernama Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Di dalamnya terdapat fungsi keluarga, sehingga peran dan fungsinya tidak melulu dipahami hanya pembatasan kelahiran.

“Dengan BKKBN koordinasi peningkatan SDM keluarga. Jadi bukan hanya soal kelahiran, tetapi peningkatan SDM juga,” terangnya.

Di pesantren yang sedang dibangun ini, Cholil ingin memadukan antara keilmuan dan entrepreneur. Yaitu dengan mengarahkan kemampuan yang ada di masyarakat. Dia mengatakan bahwa bangsa tidak akan sejahtera kalau tidak memiliki banyak entrepreneur.

“Kita mendorong menjadi inkubasi entrepreneur. Di pesantren ini nantinya tidak hanya untuk orang yang nyantri, tapi juga orang-orang yang pesantren sekitar Depok dan jabodetabek. Di sini bisa dijadikan pelatihan bagaimana pesantren biasa biayai diri sendiri,” ungkapnya.

Di sisi lain pihaknya juga ingin menjadi inkubasi keilmuan. Cholil menuturkan dia berkeinginan untuk menjadi fasilitator bagi santri yang berprestasi dan potensial.

“Jadi pesantren ini tidak hanya untuk yang tinggal didalam tapi juga jadi inkubasi pesantren. Kita menggandeng BKKBN karena ingin memberikan kesadaran pada keluarga kalau pesantren tidak dipahami hanya belajar ilmu agama tapi integrasi anatara ilmu agama dan umum, itu yang kita inginkan,” ucapnya.

Walikota Depok Mohammad Idris menegaskan, pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Dengan adanya pesantren ini juga diharapkan nanti tercipta cendekia. “Pesantren ini berorientasi untuk mencetak cendekia. Tema yang diangkat juga sangat tepat yaitu untuk menjaga persatuan kita dalam satu NKRI. Kedepankan persatuan dan kesatuan,” katanya.

Menurutnya, pemangku agama memiliki peranan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada umat. Sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga dengan baik.

“Dengan mengundang seluruh ulama dan dai dengan tujuan menjaga umat dari konflik-konflik yang terjadi terlebih memasuki pesta demokrasi kita jaga persatuan dan kesatuan,” tukasnya.(irw)

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu