DICKY/RADARDEPOK SERU: Anggota PKK Kelurahan Pengasinan saat memainkan congklak dalam memperkenalkan permainan tradisional di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, beberapa waktu lalu
DICKY/RADARDEPOK
SERU: Anggota PKK Kelurahan Pengasinan saat memainkan congklak dalam memperkenalkan permainan tradisional di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, beberapa waktu lalu

Tidak dapat dipungkiri anak-anak sudah ketergantungan gadget dan game konsol, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan pola pikir anak. Untuk mencegah ketergantungan tersebut, PKK Kelurahan Pengasinan gencar memperkenalkan permainan tradisional kepada anak.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Kemajuan teknologi memberikan dampak kepada masyarakat, baik dampak buruk maupun negatif. Namun, kemajuan teknologi ternyata melibatkan anak-anak. Pasalnya tidak sedikit anak usia sekolah dasar sudah mahir memainkan gadget maupun game konsol. Melihat fenomena tersebut, Ketua TP PKK Kelurahan Pengasinan, Esih Wahyuni mengatakan, belum waktunya anak sekolah dasar sudah diberikan gadget maupun game konsol. Hal itu secara tidak langsung akan memberikan efek kepada perkembangan anak dan pola pikir anak.

“Untuk itu kami terus berupaya untuk mengalihkan dengan permainan tradisional,” ujar Esih.

Esih mengungkapkan, anak sekolah dasar sebaiknya diberikan permainan tradisional, seperti congklak, enggrang, galasin maupun permainan lainnya. Menurutnya, permainan tersebut mengasah pola fikir anak dan ketangkasan anak yang bersifat positif.

Esih menilai, apabila anak ketergantungan pada gadget maupun game konsol, efek buruknya anak akan terkesan malas dan sisi negatifnya, tidak sedikit anak akan meniru dalam permainan tersebut. Dia mencontohkan, ada beberapa permainan dalam gadget maupun game konsol yang identik dengan kekerasan. Hal itulah PKK Kelurahan Pengasinan berusaha memberikan masukan kepada masyarakat untuk memberikan batasan permainan kepada anak.

“Kami tidak ingin akibat gadget maupun game konsol memberikan dampak negatif kepada anak,” tutup Esih. (*)