REGI/RADAR DEPOK BARU DIMULAI: Warga RW05, Kelurahan Ratujaya, Cipayung, membangun musala.
REGI/RADAR DEPOK
BARU DIMULAI: Warga RW05, Kelurahan Ratujaya, Cipayung, membangun musala.

DEPOK – Pembangunan tempat ibadah jadi fokus utama warga RW05, Kelurahan Ratujaya, Cipayung. Pembangunan musala yang berlokasi di wilayah RT07, dilakukan bedasarkan keinginan warga.

Proses pembangunan musala yang nantinya diberinama Nur Baitul Jannah sudah dilaksanakan kurang lebih satu minggu lalu. Peletakan batu pertama didukung Lurah Ratujaya, Sobarudin dan Ketua RW05, M. Fajar.

Ketua pelaksana pembangunan, Darman menyampaikan, kegiatan pembangunan Musala Nur Baitul Jannah berdasarkan kurangnya tempat ibadah, khususnya di RT07. Kesepakatan pembangunan didukung berbagai donatur yang membantu dari segala kebutuhan proses pembangunan.

“Donatur dari Ustaz Pahirin, warga RT06. Beliau jadi penyokong proses pembangunan. Dari segi dana atau pun material,” kata Darman kepada Radar Depok, kemarin.

Selain itu, sumber dana untuk pembelian bahan-bahan bangunan berasal dari sumbangan warga RW05. Darman mengungkapkan, dana yang sudah terpakai untuk pembelian bahan-bahan mencapai Rp30 juta.

“Target perkiraan pembangunan bisa sampai Rp300 juta, mungkin juga lebih. Kami masih berharap ada yang mau berpartisipasi dalam bentuk dukungan dana, untuk kelangsungan pembangunan tempat ibadah ini,” harap Darman.

Pembangunan musala ini masih memiliki kendala. Khususnya pada segi bahan bangunan. Terlebih saat ini dana yang tersisa masih jauh dari target perkiraan.

“Itu semua yang jadi kendala. Sebab itu, kita masih berupaya dengan cara membuat proposal dan memberikan kebeberapa calon donatur. Kita berharap ada dana bantuan dari siapa saja yang mungkin ingin beramal,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT07, Selamet Riyadi menyatakan, dirinya selalu turut dalam kegiatan tersebut. Sebab, kata dia, pembangunan tempat ibadah menjadi fasilitas Warga.

“Dari warga dan untuk warga. Jadi saya selalu menduduk hal-hal positif. Terlebih jika ada yang ingin membantu, dalam bentuk apa pun untuk kelangsungan pembangunan, kami masih membuka pintu,” kata Selamet. (cr1)