REGI/RADAR DEPOK PROGRAM TAHUNAN: Kelurahan Jatimulya dan Puskesmas Kalimulya bekerja sama dalam memberikan obat cacing pada balita, Rabu (3/10), di Posyandu Anggrek I RW03, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong.
REGI/RADAR DEPOK
PROGRAM TAHUNAN: Kelurahan Jatimulya dan Puskesmas Kalimulya bekerja sama dalam memberikan obat cacing pada balita, Rabu (3/10), di Posyandu Anggrek I RW03, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong.

DEPOK – 130 balita berusia 12 bulan hingga 12 tahun di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, diberikan obat cacing. Lurah Jatimulya, Epi Ardini ikut turun dalam kegiatan rutin dilakukan tiap tahun secara nasional.

“Kita kerja sama dengan pihak Puskesmas Kalimulya. Ini dilakukan rutim secara naional,” kata Epi kepada Radar Depok, kemarin.

Dia menjelaskan, pemberian obat cacing menjadi kegiatan pertamanya sejak dilantik sebagai Lurah Jatimulya.

“Kegiatan pemberian obat cacig pertama saya di sini. Selain itu agar lebih kenal dengan masyarakat juga,” tutur Epi.

Obat cacing diberikan untuk mencegah adanya cacing di dalam tubuh anak di usia balita. Adapun target lokasi tidak hanya di posyandu saja.

“Nantinya akan dilakukan di seluruh posyandu di wilayah Kelurahan Jatimulya dan sekolah-sekolah,” jelas Epi.

Kepala Program Pencacingan Puskesmas Kalimulya, Eva Puspawati menjelaskan, pemberian obat cacing adalah program nasional yang serentak dilakukan pada tahun 2018.

Menurutnya, pencegaah tersebut wajib dilakukan bagi anak di usia balita. Di usia 12 bulan dan 12 tahun, untuk pemberian obat cacing dibedakan.

“Tiap usia kita bedakan dari dosisnya. 12 bulan hingga 12 tahun, kita kasih setengah tablet. Usia 12 hingga 24 kita kasih satu tablet,” ungka Eva.

Kegiatan ini akan dilakukan dalam lima tahun berturut-turut. Dalam satu tahun, pemberian obat cacing akan dilakukan hanya satu kali. Dia berharap, dengan adanya pemberian obat cacing, anak di usia balita dapat terus berkembang tanpa gangguan pertumbuhan.

“Anak yang terlihat sehat bisa saja terkena cacingan. Maka dari itu harus dilakukan sejak dini,” tutup Eva. (cr1)