IRWAN/RADAR DEPOK MENJELASKAN : Polresta Depok berhasil menangkap para pengedar narkoba di Depok.
IRWAN/RADAR DEPOK
MENJELASKAN : Polresta Depok berhasil menangkap para pengedar narkoba di Depok.

DEPOK – Selama menggelar operasi Nila Jaya 2018, Polresta Depok dapat tangkapan banyak. Operasi yang dilangsungkan sedari 12 Agustus hingga 26 September ini, terjaring 27 pemadat, kurir dan pengedar narkoba. Keuntungan jadi salah satu penyebab banyaknya tangkapan tersebut.

“Dari pengakuan mereka ada yang mulai dari sebulan lalu, hingga tahunan. Rata-rata usia para pelaku mulai dari paling muda 21 – 56 tahun,” ucap Kasat Narkoba Polresta Depok, Kompol Indra Tarigan kepada Harian Radar Depok saat gelar perkara, Senin (1/10).

Indra menuturkan, dari hasil interogasi, para pelaku tersebut membeli sabu per-satu gram seharga Rp1,8 Juta, yang dijual kepada konsumen Rp2 Juta. “Tergantung yang pesan, kalau ditarik dari jumlah keuntungannya itu fluktuatif tidak flat,” katanya.

Indra menerangkan, untuk proses transaksi jual beli para tersangka pengedar dengan bandar berlangsung secara beli putus. “Jadi sistemnya, ada uang ada barang (Cash and Carry),” bebernya.

Selanjutnya, saat ditanya mengenai mengapa wilayah Depok menjadi salah satu lokasi penyebaran Narkoba. Indra menerangkan, Kota Belimbing ini merupakan lokasi transit yang dekat dengan wilayah Jakarta. Sehingga menjadi salah satu titik yang disukai, para bandar dalam menjaring konsumen dan perantara.

“Depok ini menjadi wilayah transit, banyak sasaran mereka tidak mengenal usia baik tua, muda dan berbagai kalangan pelajar, intelektual juga ada yang terkena kasus narkoba,” terangnya.

Indra menuturkan, puluhan pelaku yang diamankan Satnarkoba Polresta Depok, rata – rata berasal dari daerah Pancoranmas. Barang bukti yang disita dari para tersangka yaitu 287 gram ganja dan 172 gram sabu, yang ditaksir bernilai puluhan juta rupiah.

“Wilayah Kecamatan Sawangan dan Pancoranmas, menjadi lokasi yang rawan dalam peredaran narkoba. Para pelaku juga kebanyakan kita dapat dari situ,” kata dia.

Sebelumnya, dalam operasi narkoba secara serentak yang digelar Polda Metro Jaya, dengan sandi Nila Jaya sejak tanggal 12 Agustus hingga 26 September 2018.(irw)