AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK PENGECEKAN KESEHATAN : Warga membawa anaknya saat melakukan pengecekan kesehatan di Posyandu Semangka, RW 12, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PENGECEKAN KESEHATAN : Warga membawa anaknya saat melakukan pengecekan kesehatan di Posyandu Semangka, RW 12, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas.

DEPOK – Dinas Kesehatan Kota Depok menargetkan sebanyak 349.550 anak mendapatkan obat cacing, di bulan ini. Pemberian obat tersebut khusus untuk usia 12 bulan (1 tahun) hingga 12 tahun, guna pertubuhan anak maksimal dan sehat.

“Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Jumlah 349.550 anak itu, 15 persen dari jumlah penduduk warga Depok,” kata Kepala Dinkes Depok, Novarita kepada Radar Depok, kemarin.

Pemerian obat cacing ini akan diberikan di puskesmmas yang ada di Depok, dan dibantu oleh kader posyandu. “Tapi belum semua puskesmas melaksanakan pemberian obat cacing,” kata dia.

Dia menambahkan, dengan menkonsumsi obat cacing, maka anak-anak dapat terhindar dari penyakit cacingan. Dengan begitu, tumbuh kembang anak menjadi lebih baik. “Cacingan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak, karena sifat cacing yang memakan nutrisi dalam tubuh. Akibatnya dapat menyebabkan anak kekurangan gizi, dan terjadi stunting karena pertumbuhan yang kurang baik,” bebernya.

Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cilodong menargetkan, akan memberikan obat cacing kepada 11.068 anak.

Pemberian obat cacing tersebut sebagai upaya pencegahan massal cacingan pada anak dengan sasaran anak usia balita, usia pra sekolah, hingga usia Sekolah Dasar (SD). “Sebanyak 2.833 balita, 1.774 siswa TK/PAUD dan 6.461 siswa SD,” tutur Kepala UPT Puskesmas Cilodong, Ambar Wijajanti.

Pemberian obat cacing akan dilakukan ke posyandu dan sekolah pada bulan Oktober 2018. Dengan sasaran anak dan balita usia 12 bulan-12 tahun. “Kami menargetkan dalam bulan Oktober ini seluruh anak yang menjadi sasaran mendapatkan obat cacing,” ujarnya.(irw)