AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK KEKERINGAN : Warga menunjukkan sumur miliknya yang kekeringan akibat kemarau panjang saat berada di kediamannya di kawasan Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Senin (1/10).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
KEKERINGAN : Warga menunjukkan sumur miliknya yang kekeringan akibat kemarau panjang saat berada di kediamannya di kawasan Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Senin (1/10).

DEPOK – Kekeringan mulai melanda Kota Depok. Kemarin, sebanyak 400 kepala keluarga (KK) di RW1 Kelurahan Ratu Jaya, Cipayung kesulitan air bersih. Susahnya air diakibatkan medio Agustus hingga September kemarau.

Ketua RW 1 Ratu Jaya, Jaelani menuturkan, hampir 50 persen warga di wilayah tersebut mengeluhkan masalah keluarnya debit air. “Jumlah KK di RW1 itu ada 800 KK, ya setengahnya mengeluhkan masalah kekeringan ini,” paparnya kepada Harian Radar Depok, Senin (1/10).

Jaelani menegaskan, kekeringan tersebut menyebabkan warga harus kembali mengebor sumur maupun tanahnya, agar memperoleh debit air yang berlebih. “Rata-rata sumur warga itu di kedalamannya 12 meter. Ini harus di bor lagi sampai 16-18 meter. Sebetulnya ini bisa dilakukan asal warga mau ngebor walaupun biayanya ya cukup mahal,” katanya.

Jaelani menegaskan, telah memberikan solusi bagi warga yang membutuhkan air, bisa datang ke salah satu masjid yang tidak jauh dari lokasi RW1. “Di masjid ini, sudah ada sumur resapan, dan warga bisa ambil disini. Sehingga di musim kemarau ini warga tidak mengalami kekeringan banget,” tegasnya.

Warga RW1 Kelurahan Ratu Jaya, Toni menyebutkan, debit air berkurang ketika musim kemarau ini, hingga menyebabkan kekeringan. “Sudah sebulan ini, kita kekurangan air kalau nambah sebulan lagi seperti ini gak tau lagi seperti apa keadaanya,” ucap Toni saat ditemui di kediamanya.

Toni menuturkan, sumur yang dimilikinya saat ini harus dibor hingga kedalaman kurang lebih 20 meter, untuk mendapatkan air. Namun, dia mengklaim untuk memperdalam sumur dibutuhkan biaya. “Sumur milik saya ini kedalamannya 17 meter, harus di bor lagi biar air tanahnya keluar. Tapi, ngebor harus punya biaya minimal Rp500 ribu,” ucapnya.

Toni menegaskan, untuk memperoleh air PDAM diakuinya sangat sulit. Karena pipa PDAM belum dibuat untuk mengaliri air di wilayah tempat tinggalnya.

Toni berharap, pemerintah segera membuat sumur artesis sebagai solusi kekeringan di wilayah Ratujaya Kota Depok. “Saya sih, masih bisa bertahan paling-paling sekarang ada setengah ember per harinya untuk keperluan mandi dan mencuci,” paparnya.(irw)